15 Menit Sebelum Adzan, Santri Sudah Berbaris di Shaf: Revolusi Ibadah Menuju Generasi Berwawasan Akhirat

Rabu, 16 Jul 2025 11:34 WIB
15 Menit Sebelum Adzan, Santri Sudah Berbaris di Shaf: Revolusi Ibadah Menuju Generasi Berwawasan Akhirat
Yang membedakan Ponpes eLKISI dengan lembaga lain adalah keberagamannya. Santri berasal dari berbagai jenjang, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, santri Markaz Lughoh eLKISI, hingga mahasiswa Institut eLKISI. Semua bersatu dalam satu visi besar: menjadikan masjid sebagai pusat peradaban dan titik awal perbaikan umat.

Mojokerto ° Brilian News.id  — Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, Pondok Pesantren eLKISI menegaskan komitmennya mencetak generasi berwawasan ukhrowi melalui program pembiasaan sholat lima waktu berjamaah di masjid. Ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan pondasi utama pembentukan karakter santri yang kuat iman, kokoh takwa, dan tinggi disiplin.

Pemandangan yang istimewa dapat dilihat setiap waktu sholat tiba. Seluruh santri tanpa terkecuali sudah berada di masjid 15 menit sebelum adzan dikumandangkan. Waktu tersebut tidak disia-siakan, tetapi digunakan untuk murojaah hafalan Al-Qur’an dan Hadits, sesuai kewajiban yang ditetapkan bagi seluruh santri di pesantren ini.

Yang membedakan Ponpes eLKISI dengan lembaga lain adalah keberagamannya. Santri berasal dari berbagai jenjang, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, santri Markaz Lughoh eLKISI, hingga mahasiswa Institut eLKISI. Semua bersatu dalam satu visi besar: menjadikan masjid sebagai pusat peradaban dan titik awal perbaikan umat.

Bacaan Lainnya

“Sholat berjamaah bukan hanya membiasakan ibadah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap rumah Allah,” ujar Kyai Fathur Rohman, pembina utama Pondok Pesantren eLKISI, dengan penuh keyakinan.

Beliau menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari cita-cita besar pondok untuk melahirkan generasi yang sholeh, cerdas, dan memiliki pandangan hidup ukhrowi, bukan sekadar mengejar dunia, tetapi juga mempersiapkan bekal akhirat.

Dengan pembiasaan ini, eLKISI menanamkan sejak dini kesadaran spiritual di hati para santri, menjadikan masjid sebagai medan tarbiyah, dan membangun kebiasaan yang akan mereka bawa hingga kelak kembali ke tengah masyarakat.

“Kalau ingin mengubah dunia, ubahlah dulu isi shaf masjid,” tegas Kyai Fathur Rohman.

Pos terkait