Walikota Tak Temui Massa Aksi, Tembok Pagar Pemkot Jebol

Jumat, 15 Jul 2022 15:46 WIB
Walikota Tak Temui Massa Aksi, Tembok Pagar Pemkot Jebol

Brilian°Surabaya – Pasca insiden pengosongan rumah warga Simogunung yang dilakukan oleh Lanud Muljono pada beberapa hari lalu, banyak menimbulkan kontroversi hingga membuat warga Purnawirawan dan Warakawuri turun aksi ke Pemkot Surabaya.

Tidak hanya disitu saja, warga yang merasa geram karena dalam orasi penyampaian, warga Simogunung tidak ditemui oleh Eri Cahyadi selaku Walikota Surabaya lantas menjebol pagar pintu masuk.

Dalam kesempatanya, sang orasi menyampaikan bahwasanya rumah yang saat ini ditinggali merupakan pemberian dari Pangkodau IV, bahkan mereka juga membawa Purnawirawan sebagai saksi sejarah.

“Kami ingin Walikota yang menemui kami agar permasalahan kami bisa selesai, lihatlah kami harus tidur di pinggir jalan akibat kami diusir dari rumah kami sendiri,” jelas sang orator di depan kantor Balaikota Surabaya.

Dalam kesempatan itu pula, Kepala Bagesbangpol Kota Surabaya Ekawati Rahayu menyampaikan bahwasanya warga agar memberikan data untuk disampaikan kepada Walikota Surabaya.

Namun warga enggan memberikan hal tersebut, lantaran mereka ingin Walikota sendiri yang menerima data warga Simogunung.

“Sebetulnya dari pihak pemerintah kota sudah bertemu dengan TNI AU, yang mana pihak Lanud Muljono memberikan hubungan hukum terhadap masyarakat, namun disini warga tidak menginginkan hal itu, mereka menginginkan sertifikat hak milik, sedangkan tanah tersebut tercatat sebagai tanah aset milik TNI AU,” jelas Kepala Bagesbangpol Ekawati Rahayu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. Baiknya sebagian berikan pada mereka, untuk menjadi daerah yg cukup nyaman… Kesengsaraan mereka cukup panjang… Disini awalnya daerah gersang tak tidak bernilai.. Wassalam

  2. Baiknya sebagian berikan pada mereka sampai setifikat, untuk menjadi daerah yg cukup nyaman… Kesengsaraan mereka cukup panjang… Disini awalnya daerah gersang tak tidak bernilai.. Wassalam