PASURUAN | Brilian-news.id – Gema sholawat bergema di masjid Baitul Khoir Desa Ranuklindungan dalam rangka peringatan Nuzulul Qur’an pada Sabtu (15/03/2025).
Acara sholawatan bersama Albanjari Al amin dan jama’ah yasin dan tahlil (Jayata) tersebut digelar oleh remaja masjid Baitul Khoir Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan yang diikuti oleh ratusan jamaah.
Selain itu, nampak hadir Wakil Bupati Pasuruan H.M Shobih Asrori, lbu nyai Imama dari Bangil, Camat Grati M.Khilmi, Kepala desa Ranuklindungan Yuslimu, dan tokoh-tokoh desa Ranuklindungan.
H.M Shobih Asrori Wakil Bupati Pasuruan Dalam sambutannya menuturkan, peristiwa Nuzulul Quran merupakan sebuah peristiwa bersejarah yang mengingatkan kita akan turunnya wahyu pertama dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini terjadi tepat di bulan Ramadhan dan dikenal sebagai “Lailatul Qadar” atau “Malam Kemuliaan”. Momen ini merupakan titik awal dari perjalanan Nabi Muhammad SAW sebagai penyampaian wahyu Allah SWT kepada umat manusia serta menebarkan ajaran-ajaran agama Islam yang mulia.
“Al-Qur’an hadir sebagai sumber inspirasi dan pedoman yang memandu kita dalam hidup bermasyarakat dan bernegara,” dan tak lupa bayak terimakasih ke masyarat Ranuklindungan Grati terangnya.
Sementara itu,Ibu nyai Imama menyampaikan, ada 4 (empat) golongan orang yang dirindukan oleh surganya Allah SWT, yang pertama orang yang membaca Al-Quran, yang kedua orang menjaga lisannya, yang ketiga memberi makan kepada orang yang lapar, dan yang keempat orang yang berpuasa di Bulan Suci Ramadhan.
di malam Nuzulul Quran nilainya lebih baik daripada ibadah selama seribu malam. Hal ini disebutkan di dalam Al-Quran melalui Surat Qadr ayat 3 yang artinya, Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan,” jelasnya.
Diterangkannya pula, bagi mereka yang menghidupkan malam Nuzulul Quran akan diampuni dosa-dosanya Allah SWT. Maksud dari menghidupkan adalah melakukan ibadah ataupun amalan-amalan dengan mengharap ampunan-Nya seperti yang diriwayatkan Imam Bukhari yang artinya, Barangsiapa melaksanakan salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Selain itu, keistimewaan malam Nuzulul Quran lainnya adalah dicatatnya takdir tahunan kita. Takdir yang dimaksud meliputi rezeki, untung, mati, dan lain sebagainya.
“Dengan memperbanyak amalan dan ibadah di malam Nuzulul Quran, diharapkan mendapatkan takdir tahunan yang penuh keberkahan. Firman Allah SWT dalam Surat Ad Dukhan ayat 4 yang artinya, Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah,” urainya.
Malam Nuzulul Quran disebut sebagai malam yang istimewa salah satunya karena para malaikat turun ke bumi, termasuk Malaikat Jibril. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam Surat Al-Qadr ayat 4 yang artinya, Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.
“Semoga ibadah kita selama Ramadhan ini hingga seterusnya dilancarkan dan diridhoi Allah SWT,” pungkasnya.
(Usman)





