Brilian°Mojokerto – Bantuan pupuk non subsidi dan bantuan traktor gratis yang diberikan bagi para petani di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Pada tahun 2021 yang di alokasikan dari Dana Insentif Daerah (DID) terindikasi jadi ajang bancaan atau Pungli, hal ini terkuak setelah ada beberapa petani yang mengeluh dan mempertanyakan awal sosialisasinya gratis atau diberikan cuma-cuma, namun dalam prakteknya berbanding, petani harus membeli pupuk persaknya Rp.30.000 (Tiga Puluh Ribu)-(NPK Kujang) dan untuk mesin traktor sebesar Rp.2.500.000 (Dua Juta Lima Ratus Ribu) bermerk Quik, Rabu (30/03/22).

Salah satu kelompok Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang berada di Wilayah Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto mengungkapkan, jika kelompok tani di daerahnya pada tahun 2021 mendapatkan bantuan Pupuk dan mesin Traktor dari pemerintah daerah (DID) secara gratis, namun kenyataannya kami harus merogoh kocek untuk mendapatkanya.
“Katanya dulu pada saat sosialisasi sebelum kami menerimanya, kata pegawai yang datang ke kelompok kami demi kemajuan dan kemandirian kelompok tani kami akan diberi pupuk dan mesin traktor secara gratis, tapi anehnya pada saat penyerahan kami dimintai sejumlah uang untuk bantuan tersebut,” ujar salah satu kelompok tani yang namanya minta dirahasiakan ke awak media brilian-news.id.
Sementara itu Gus Ujay Ketua umum DPP LSM P-MDM menyikapi akan permasalah ini ia mengatakan saat berada di kantornya, bahwasanya bantuan yang diterima oleh para petani baik itu traktor maupun pupuk seharusnya gratis, karena itu bantuan dari Dana Insentif Daerah (DID) dimana uang tersebut memang di peruntukan untuk membantu para petani karena adanya kelangkaan pupuk dan di massa pademi ini.
“Aturanya memang gratis atau di berikan ke petani secara cuma-cuma kalau memang itu harus bayar, saya menduga kuat ada oknum-oknum pegawai penyuluh atau Koordinator PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) yang bermain sehingga para petani yang dirugikan,” tegasnya.
Dilain tempat Kepala Dinas pertanian Kabupaten Mojokerto Nurul Istikomah bersama Ningsih Ketua Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Puri saat ditemui beberapa Wartawan di kantornya, ia mengatakan jika dirinya tidak tau akan masalah ini, dan ia berjanji akan menyelidiki lebih lanjut ke lapangan.
“Saya tidak tahu masalah ini dan baru tau setelah ada informasi dari awak media yang anda kirim melalui Whatsahapp, makanya saya panggil Ketua Penyuluhan Lapangan untuk memberikan klarifikasi ke awak media,” ujarnya.
Ditempat yang sama Ningsih Ketua Penyuluh Lapangan Kecamata Puri, Kabupaten Mojokerto menyangkal dan tidak membenarkan jika dirinya meminta sejumlah uang untuk penerimaan bantuan pupuk dan traktor ke para petani.
“Informasi itu tidak benar saya tidak pernah meminta uang ke kelompok Gapoktan, memang saya pernah bilang ke ketua kelompok tani kalau sopir dan kernet truk tolong dikasih makan dan minum,” ujarnya dalam klarifikasi tersebut.





