SIDOARJO ° Brilian news.id – Kritik terhadap kinerja pemerintah daerah kembali mencuat dari masyarakat. Kali ini datang dari seorang pengguna media sosial yang cukup dikenal warga Sidoarjo dengan akun Facebook Ebiy D’ reMuz.
Melalui video yang diunggah pada Selasa malam (10/3/2026), Ebiy terlihat mendatangi langsung lokasi pengerjaan jalan di kawasan Lingkar Timur Sidoarjo, lokasi yang sebelumnya menjadi sorotan setelah terjadi kecelakaan lalu lintas hingga menelan korban jiwa.
Dalam video yang telah mendapat ratusan Like dan puluhan komentar tersebut, Ebiy tampak mengecek kondisi pengerjaan jalan pada sekitar pukul 22.30 WIB. Ia menyoroti tidak adanya aktivitas pekerja di lokasi, padahal sebelumnya disebutkan bahwa perbaikan jalan akan dilakukan siang dan malam.
Dengan nada kecewa, Ebiy mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan pernyataan pejabat daerah terkait percepatan perbaikan jalan tersebut.
“Kemarin bapaknya bilang akan dikerjakan siang dan malam. Tapi ini jam 22.30 di lokasi tidak ada orang kerja,” ujarnya dalam video sambil merekam kondisi jalan.
Dalam rekaman itu pula, Ebiy beberapa kali menyapa pengguna jalan yang melintas dan mengingatkan agar lebih berhati-hati karena kondisi jalan dinilai masih membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Menurutnya, meski proses pengerjaan sudah terlihat, namun pelaksanaannya dinilai belum sesuai dengan komitmen percepatan yang sebelumnya disampaikan pemerintah daerah.
Dalam keterangan video yang diunggahnya, Ebiy bahkan menyebut kondisi jalan Lingkar Timur masih 90 persen berbahaya bagi pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.
Ia juga menyarankan warga untuk mencari jalur alternatif jika memungkinkan.
“Kalau ada jalan lain menuju tujuan kalian, mending lewat jalan lain selain Lingkar Timur,” tulisnya dalam caption video tersebut.
Ebiy juga mempertanyakan lambatnya pengerjaan perbaikan jalan yang dinilai sangat mendesak. Menurut pandangannya, jika kondisi cuaca sering hujan sehingga pekerjaan siang hari terhambat, maka pengerjaan seharusnya bisa dimaksimalkan pada malam hari.
Ia menegaskan kritik yang disampaikan bukan bermaksud menyerang secara personal, melainkan bentuk pengingat kepada pemerintah daerah agar lebih serius menangani persoalan infrastruktur yang menyangkut keselamatan masyarakat.
Dalam unggahan yang sama, Ebiy juga menyampaikan bahwa dirinya kerap bersikap objektif. Ia mengaku tidak segan mengapresiasi jika perbaikan jalan benar-benar dilakukan dengan baik.
“Kalau habis kritik lalu jalannya segera ditambal dan bagus, saya juga pernah buat konten bahwa jalannya sudah bagus,” tulisnya.
Selain Lingkar Timur, ia juga menyinggung kondisi jalan di wilayah Kecamatan Taman yang disebut memiliki lubang cukup membahayakan. Bahkan ia mengaku pernah mengirimkan informasi tersebut kepada orang terdekat pejabat daerah, namun belum mendapat respons.
Unggahan tersebut pun memicu beragam reaksi dari masyarakat. Banyak warganet menilai kritik tersebut sebagai bentuk kontrol sosial terhadap kinerja pemerintah daerah, terutama dalam penanganan infrastruktur jalan yang dinilai lambat meski telah menimbulkan korban.
Perbaikan jalan di kawasan Lingkar Timur sendiri sebelumnya menjadi sorotan setelah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di lokasi tersebut mengakibatkan seorang pengguna jalan meninggal dunia.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait kritik masyarakat mengenai lambatnya proses pengerjaan jalan tersebut.





