USB YPKP Perluas Jangkauan Global Lewat Kemitraan dengan Dalanj University Sudan

Jumat, 8 Agu 2025 18:52 WIB
USB YPKP Perluas Jangkauan Global Lewat Kemitraan dengan Dalanj University Sudan
Oplus_16777216

Brilian•BANDUNG – Universitas Sangga Buana YPKP (USB YPKP) menegaskan langkahnya menuju perguruan tinggi berkelas internasional dengan menjalin kemitraan strategis bersama Dalanj University, Sudan. Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) yang berlangsung di kampus USB YPKP, Jumat (8/8/2025), disaksikan langsung oleh Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Dr. Yassir Mohamed Ali Mohamed.

MoU yang ditandatangani oleh Dubes Yassir dan Rektor USB YPKP, Dr. Didin Saepudin, S.E., M.Si., mencakup kerja sama di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sementara itu, MoA yang diteken oleh Chairman of the Dalanj University Council, Mr. Ahmed Ibrahim Ahmed Abdelmagid, dan Wakil Rektor III USB YPKP, Dr. Nurhaeni Sikki, S.A.P., M.A.P., menjadi payung implementasi program pertukaran mahasiswa dan dosen.

Dubes Yassir menegaskan, kerja sama ini adalah yang pertama antara USB YPKP dengan perguruan tinggi di Afrika. “Mahasiswa Sudan dapat belajar di USB, dan mahasiswa USB bisa menempuh sebagian studi di Sudan. Kami juga membuka peluang bagi investor Sudan untuk berkontribusi dalam pengembangan kampus ini,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Dalanj University merupakan salah satu perguruan tinggi terbesar di Sudan Barat, memiliki lebih dari 15.000 mahasiswa aktif dan 80.000 alumni. Dalam perjanjian ini, kedua pihak sepakat menjalankan sembilan bentuk kolaborasi, antara lain:

1. Program Magister (MSc)

2. Program Doktor (Ph.D.)

3. Studi Pascadoktoral

4. Kursus Pelatihan Singkat

5. Publikasi Bersama Karya Ilmiah

6. Penelitian Ilmiah Bersama

7. Supervisi Bersama Mahasiswa Pascasarjana

8. Berbagi Sumber Pembelajaran

9. Mobilitas Mahasiswa

 

Selain program akademik, kedua universitas berencana menggelar joint research dan matching grant untuk studi komparatif pendidikan dan sosial di Indonesia dan Sudan.

Kerja sama ini juga memiliki nilai historis. Dubes Yassir mengingatkan bahwa Bandung pernah menjadi lokasi deklarasi tidak resmi kemerdekaan Sudan pada 1955. “Jika Anda mengunjungi Museum Asia-Afrika, bendera Sudan ada di sana. Bandung sangat spesial bagi kami,” katanya. Ia juga menilai kesamaan nilai Islam antara masyarakat Sudan dan Sunda semakin mempererat hubungan kedua negara.

Ketua Yayasan YPKP Bandung, Dr. Ricky Agusiady, menyebut kemitraan ini sebagai bagian dari strategi besar USB YPKP untuk mengglobal. “Setelah Korea dan Jepang, kini kami menggandeng Sudan untuk memperluas jejaring internasional,” ujarnya.

Rencana lanjutan yang disiapkan antara lain pembangunan asrama internasional untuk mahasiswa asing, pengembangan Fakultas Kedokteran berikut rumah sakit pendidikan yang melibatkan investor Sudan, serta penyelenggaraan konferensi internasional dan kuliah tamu bersama Dalanj University.

Rektor USB YPKP, Dr. Didin Saepudin, menegaskan bahwa saat ini sudah ada enam mahasiswa Sudan yang menempuh studi di USB YPKP (satu mahasiswa S2 dan lima mahasiswa S1). “Ini adalah bukti kepercayaan Sudan kepada USB. Kami optimis kemitraan ini akan membuka lebih banyak peluang di masa depan,” pungkasnya.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju pendidikan tanpa batas, mendorong inovasi, mobilitas mahasiswa, dan transfer pengetahuan demi kemajuan bersama.** (KEN)

Pos terkait