Brilian•BANDUNG – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP menggelar prosesi Wisuda ke-XXII Gelombang I Tahun Akademik 2024/2025 dengan semangat baru usai meraih akreditasi “Unggul.” Sebanyak 380 wisudawan dari jenjang D3, S1, hingga S2 resmi dikukuhkan dalam upacara yang berlangsung di Kampus USB, Jalan P.H.H. Mustofa, Kota Bandung, Sabtu, 31 Mei 2025.
Momentum wisuda kali ini tak sekadar menjadi seremoni akademik, tetapi sekaligus pernyataan komitmen kampus dalam membentuk lulusan berkualitas yang siap kerja dan berdampak. Hal ini ditunjukkan melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan sejumlah asosiasi pariwisata, sebagai bentuk penguatan sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan sektor industri.
Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap capaian USB. Ia menyebut, kampus ini kini menempati peringkat ke-13 dari 415 perguruan tinggi di Jawa Barat dan Banten. “Ini langkah awal menuju universitas bertaraf internasional. Tiga pilar yang harus terus dikejar adalah output, outcome, dan rekognisi global,” ujarnya.
Ketua YPKP, Dr. R. Ricky Agusiady, S.E., M.M., Ak., CFrA., menyampaikan bahwa momen wisuda harus dimaknai sebagai awal pengabdian. “Sejak hari ini, para lulusan tidak hanya menjadi hasil dari proses pendidikan, tapi juga diharapkan menjadi agen perubahan yang memberi manfaat nyata,” tuturnya. Ia juga menyoroti pentingnya akreditasi “Unggul” sebagai penanda mutu, mengingat sistem baru hanya mengenal dua kategori akreditasi: terakreditasi dan belum.
Untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan, USB menjalin kerja sama dengan BNSP agar para lulusan dapat mengantongi sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional. “Kampus memberi ilmu, industri memberi validasi. Inilah bentuk nyata link and match,” tambah Ricky.
Rektor USB YPKP, Dr. Didin Saepudin, S.E., M.Si., dalam sambutannya menekankan tiga prinsip utama yang kini menjadi arah kampus: Unggul, Sukses, dan Berdampak. Ia juga mengungkap rencana strategis jangka pendek kampus, seperti penerapan standar ISO 21000:1, integrasi sistem informasi akademik, dan penguatan kualitas dosen melalui percepatan pengangkatan guru besar.
Lebih jauh, Didin menyebut USB kini menjalin kolaborasi internasional dengan kampus dari Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Slowakia, dan Thailand. Dalam waktu dekat, kampus ini juga akan membuka program studi baru di tingkat magister dan doktoral. “Langkah kami menuju universitas kelas dunia bukan sekadar cita-cita, tapi misi nyata yang kami bangun bertahap,” pungkasnya.





