SURABAYA — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong pemerintah untuk menyediakan jaringan transportasi publik yang terintegrasi antarmuseum di Kota Surabaya. Langkah ini dinilai penting untuk memudahkan akses wisatawan lokal maupun mancanegara menuju berbagai destinasi wisata sejarah dan edukasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Bambang saat melakukan kunjungan kerja ke Museum De Javasche Bank di Surabaya, Selasa. Menurutnya, Surabaya memiliki potensi besar dengan ketersediaan 15 museum yang tersebar di berbagai titik kota.
“Surabaya memiliki 15 museum yang bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata edukasi dan sejarah. Namun, perlu fasilitas transportasi publik yang terkoneksi antarmuseum agar masyarakat domestik maupun wisatawan mancanegara bisa memanfaatkannya,” ujar Bambang.
Bambang secara khusus mengapresiasi Museum De Javasche Bank yang menggratiskan biaya masuk bagi para pelajar. Fasilitas gratis ini dinilai sangat membantu generasi muda dalam memahami sejarah perbankan serta perjalanan sistem keuangan di Indonesia.
Guna meningkatkan kenyamanan pengunjung, ia juga menyoroti pentingnya penambahan fasilitas pendukung di area museum. Bambang mendorong pengelola untuk menyediakan tempat istirahat serta area makan dan minum, mengadopsi standar museum modern di Malaysia dan Jepang.
Selain perbaikan fasilitas, Bambang menyarankan agar koleksi sejarah di dalam museum terus diperkaya. Upaya ini bertujuan agar masyarakat bisa mendapatkan wawasan sejarah yang lebih komprehensif saat berkunjung.
Sementara itu, pengelola Museum De Javasche Bank, Rizki, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap destinasi edukasi ini tergolong sangat tinggi. Saban bulan, ribuan orang tercatat mendatangi bangunan bersejarah milik Bank Indonesia tersebut.
“Rata-rata kami menerima sekitar 6.000 pengunjung setiap bulan dari kalangan pelajar, komunitas, dan masyarakat umum,” kata Rizki.
Rizki menjelaskan, daya tarik utama museum ini terletak pada edukasi sistem moneter serta keunikan arsitektur bangunan. Museum ini menyimpan teknologi masa lalu seperti kamera pengawas kuno, sistem pendingin ruangan alami, hingga kaca patri yang memanfaatkan pencahayaan matahari secara optimal.





