Soroti Video Viral Gus Elham, HCC Pasuruan: “Permintaan Maaf Tidak Cukup, Ini Pelanggaran Etika

Kamis, 13 Nov 2025 10:56 WIB
Soroti Video Viral Gus Elham, HCC Pasuruan: “Permintaan Maaf Tidak Cukup, Ini Pelanggaran Etika
Ketua HCC Pasuruan Emailda (doc : brilian-news.id)

Brilian°Pasuruan – Harassment Crisis Center (HCC) Pasuruan melayangkan kritik tegas terhadap pendakwah Gus Elham Yahya (Muhammad Elham Yahya Luqman), menyusul video viral yang memperlihatkan dirinya mencium beberapa anak perempuan di atas panggung pengajian.

HCC Pasuruan menilai, meskipun mungkin tidak ada niat jahat, perilaku tersebut tetap tidak layak dilakukan oleh seorang figur publik dan tokoh agama yang memiliki pengaruh sosial signifikan.

Ketua HCC Pasuruan, Emailda, menegaskan bahwa permohonan maaf publik yang telah disampaikan Gus Elham harus disertai komitmen nyata untuk memperbaiki metode dakwah yang lebih etis dan aman.

“Kami menghargai tindakan permohonan maaf itu, tetapi itu tidak cukup jika tidak disertai dengan refleksi mendalam dan perubahan perilaku,” tegas Emailda.

“Seorang tokoh agama seharusnya menjadi teladan, bukan sosok yang menyebabkan trauma atau kebingungan moral bagi umat.”

HCC Pasuruan memandang insiden ini menyinggung masalah serius tentang batasan etika, hubungan kekuasaan, dan perlindungan anak dalam kegiatan keagamaan.

Badan Advokasi HCC Pasuruan, Amaroh, menambahkan bahwa dalam konteks keagamaan, seorang pendakwah memiliki kekuatan simbolis yang besar.

“Ketika gestur fisik melanggar batas dilakukan tanpa kesadaran gender dan tanpa persetujuan yang setara, maka hal tersebut bisa menjadi bentuk pelanggaran etika dan kekerasan simbolis,” ujar Amaroh.

“Kesadaran akan hal ini penting, dan tidak bisa dimaafkan hanya karena dianggap khilaf.”

Amaroh menekankan perlunya para tokoh agama untuk memahami pandangan gender serta perlindungan anak dalam setiap kegiatan publik mereka.

“Dakwah seharusnya menjadi tempat pembelajaran, keteladanan, dan keamanan bagi semuanya, bukan menjadi area yang menciptakan ketidaknyamanan atau pelanggaran terhadap privasi tubuh, terutama bagi anak-anak,” lanjutnya.

Atas insiden ini, HCC Pasuruan mendesak semua lembaga keagamaan dan pendidik untuk meningkatkan pemahaman tentang gender dan perlindungan anak, serta menegakkan etika dakwah yang berorientasi pada kemanusiaan.

Lembaga ini juga mengajak masyarakat untuk tidak menormalisasi tindakan serupa dan mengedepankan keselamatan anak di atas kultus individu terhadap tokoh mana pun.

Pos terkait