Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar, Transformasi Bisnis Terus Berjalan

Sabtu, 23 Mei 2026 10:42 WIB
Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar, Transformasi Bisnis Terus Berjalan

Brilian•JAKARTA – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk atau SBI menyetujui pembagian dividen sebesar Rp329,3 miliar kepada pemegang saham. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.

Dividen tersebut setara 50 persen dari laba bersih Perseroan tahun buku 2025 yang tercatat sebesar Rp658,7 miliar. Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen SBI untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, sekaligus menjaga ketahanan bisnis di tengah dinamika industri semen domestik.

Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan tahun 2025 menjadi periode yang penuh tantangan bagi industri semen. Namun, Perseroan tetap mampu menjaga profitabilitas melalui disiplin operasional, penguatan sinergi bersama PT Semen Indonesia Persero Tbk atau SIG, serta transformasi komersial.

“Tahun 2025 merupakan periode yang penuh tantangan bagi industri semen. Namun melalui disiplin operasional, penguatan sinergi bersama SIG, serta transformasi komersial, Perseroan mampu menjaga profitabilitas dan memperkuat fundamental untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang,” ujar Rizki.

Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui sejumlah agenda penting. Di antaranya pengangkatan kembali Yasuhide Abe sebagai Direktur hingga tahun 2031, persetujuan Laporan Tahunan dan pengesahan Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2025, persetujuan penggunaan laba bersih, serta penunjukan Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan sebagai auditor Laporan Keuangan Tahun Buku 2026.

Sepanjang 2025, industri semen domestik masih menghadapi tekanan akibat kelebihan kapasitas, biaya energi dan komoditas, serta persaingan pasar yang ketat. Kondisi tersebut turut memengaruhi kinerja SBI, termasuk penurunan laba bersih yang terutama dipicu kontraksi volume industri sebesar 4,5 persen dan penurunan konsumsi semen nasional sebesar 1,5 persen.

Meski demikian, strategi transformasi yang dijalankan SBI bersama SIG sejak awal paruh kedua 2025 mulai menunjukkan hasil. Perseroan mampu menjaga profitabilitas dan menciptakan titik balik melalui efisiensi operasi, penguatan pemasaran, penjualan, serta peningkatan kontribusi solusi berkelanjutan.

Tren perbaikan tersebut berlanjut hingga kuartal I 2026. Pada periode itu, SBI membukukan kenaikan volume penjualan sebesar 9 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pasar sebesar 5 persen. Pendapatan Perseroan tercatat Rp2,56 triliun, dengan 56 persen di antaranya berasal dari solusi berkelanjutan.

Laba bersih SBI pada kuartal I 2026 juga meningkat signifikan sebesar 111 persen menjadi Rp101,89 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini didukung efisiensi operasi, penguatan pemasaran dan penjualan, serta keterlibatan Perseroan dalam proyek infrastruktur.

“Kinerja awal tahun ini menjadi pijakan bagi Perseroan untuk menjaga momentum pertumbuhan. Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan efisiensi operasi dan pengendalian biaya, meningkatkan pemanfaatan bahan bakar alternatif untuk mengatasi fluktuasi energi, serta melanjutkan transformasi untuk melayani pelanggan dengan lebih baik,” kata Rizki.

Selain memperkuat pasar domestik, SBI juga membidik peluang pertumbuhan dari ekspor. Proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur telah selesai dan kini tengah mempersiapkan ekspor perdana ke pasar Amerika Serikat.

Fasilitas tersebut memiliki kapasitas 500 ribu hingga 1 juta ton semen per tahun. Kehadiran fasilitas ekspor ini diharapkan dapat mendukung peningkatan utilisasi pabrik dan memperkuat daya saing SBI di pasar internasional.

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk merupakan perusahaan terbuka yang mayoritas sahamnya sebesar 83,52 persen dimiliki dan dikelola oleh SIG. Perseroan menjalankan usaha terintegrasi di bidang semen, beton siap pakai dengan merek Dynamix dan Semen Andalas, agregat, serta layanan pengelolaan limbah ramah lingkungan.**(Ken)

Pos terkait