Sky Bridge Terminal-Stasiun Bojonggede akan Dibangun

Jumat, 7 Jan 2022 13:27 WIB
Sky Bridge Terminal-Stasiun Bojonggede akan Dibangun
Bupati Bogor

Penumpang Siap-siap Memutar

 

Brilian°Jakarta – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), berencana membangun sky bridge atau semacam jembatan modern untuk menghubungkan Terminal Tipe C Bojonggede dengan Stasiun KRL Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Direktur Prasarana BPTJ (Kemenhub), Jumardi menjelaskan seluruh penumpang harus melewati jembatan sepanjang 300 meter ini untuk masuk ke Stasiun Bojonggede. Sehingga diharapkan tidak ada lagi penumpukan kendaraan di depan pintu masuk Stasiun Bojonggede.

“Jadi pintu stasiun sisi barat di arah selatan dipindah ke utara. Jadi semua diarahkan ke terminal tipe c itu untuk masuk ke stasiun. Seperti angkot maupun sepeda motor diarahkan ke terminal itu semua untuk menurunkan penumpang,” kata Jumadi, usai audiensi dengan Bupati Bogor Ade Yasin, Kamis (6/12).

Menurut Jumadi, BPTJ telah membuka tender untuk proyek pembangunan jembatan ini dengan alokasi anggaran sekitar Rp16,5 miliar. Ditargetkan pembangunan dimulai medio Maret 2022. Namun, untuk pembangunan, BPTJ membutuhkan lahan sekitar 288 meter persegi.

Untuk pembebasan lahan itu, BPTJ meminta Pemkab Bogor menyelesaikan, setidaknya pada akhir Februari 2022. Maka dari itu, mereka datang langsung menemui Ade Yasin untuk membahasa masalah ini.

Jika pembebasan lahan tidak selesai, BPTJ pun tidak segan untuk mengalihkan anggarannya untuk membiayai kegiatan milik BPTJ yang lain. Jumadi pun berharap, Pemkab Bogor fokus dalam upaya pembebasan lahan ini.

“Kami sudah inventarisasi lahan yang dibutuhkan yang akan ditempatkan pintu ke stasiun yang baru. Luasannya 288 meter persegi. Sudah diukur bersama BPN. Ini yang selalu diwanti-wanti sama pimpinan, jangan sampai lahannya tidak selesai. Kalau tidak akan dialihkan ke tempat lain,” jelas Jumadi.

Bupati Bogor, Ade Yasin pun meminta jajarannya untuk segera menidaklanjuti soal pembebasan lahan ini. Pemkab Bogor sendiri telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk pembebasan.

“Saya minta ke pak Sekda untuk bentuk tim apraisal. Mudah-mudahan dalam waktu sekitar dua atau tiga minggu sudah selesai. Sehingga saat tender selesai, lahan juga sudah siap. Jangan sampai lepas karena ini program yang sangat baik, untuk penataan kawasan,” jelas Ade pada awak media mengakhiri perbincangan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *