Sidoarjo – Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Terminal Purabaya pada Sabtu (7/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana transportasi menjelang angkutan Lebaran 2026 di Jawa Timur.
Dalam sidak tersebut, Bambang Haryo Soekartono yang akrab disapa BHS menyoroti masih minimnya sistem informasi digital di terminal yang dikenal sebagai salah satu terminal bus terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Menurutnya, Terminal Purabaya seharusnya sudah dilengkapi dengan papan informasi digital berupa videotron yang dapat menampilkan jadwal keberangkatan bus secara real time.
“Transportasi itu sangat dinamis, selalu berubah. Dengan videotron, informasi jadwal atau tiket bisa langsung diperbarui tanpa harus mengganti papan informasi secara manual,” kata BHS.
Selain soal sistem informasi, BHS juga menyoroti belum adanya pusat penjualan tiket yang terintegrasi di area terminal. Saat ini, calon penumpang masih membeli tiket secara langsung kepada masing-masing operator bus.
Ia menilai kondisi tersebut membuat sistem pelayanan menjadi kurang tertib dan tidak memberikan kenyamanan bagi calon penumpang.
“Seharusnya ada loket atau ticketing center di terminal. Penumpang membeli tiket di sana, lalu bisa memilih bus mana yang mereka inginkan,” ujarnya.
BHS menambahkan, dengan adanya pusat penjualan tiket terpadu, aktivitas di dalam terminal akan lebih hidup karena penumpang menunggu di area terminal dan dapat memanfaatkan fasilitas yang ada, termasuk pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Dewan Pakar DPP Partai Gerindra tersebut juga menyebut sistem ticketing terpusat sudah umum diterapkan di sejumlah negara seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand.





