Sekolah Bukan Tempat Menakutkan, Erwin Ajak Siswa SDN 016 Jadi Generasi Tangguh dan Cinta Ilmu

Selasa, 15 Jul 2025 14:55 WIB
Sekolah Bukan Tempat Menakutkan, Erwin Ajak Siswa SDN 016 Jadi Generasi Tangguh dan Cinta Ilmu

Brilian•BANDUNG – Wakil Wali Kota Bandung, H. Erwin, mengajak para siswa baru untuk menjadikan sekolah sebagai tempat menyenangkan untuk bermain dan belajar, bukan sebagai ruang yang menakutkan. Pesan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026 di SDN 016 dr. Cipto Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Selasa, 15 Juli 2025.

“Sekolah ini tempat bermain, tempat belajar, bukan tempat yang menakutkan. Kalian harus bahagia dan semangat datang ke sekolah,” ujar Erwin dengan penuh semangat di hadapan siswa, guru, dan orang tua.

Mengawali sambutannya, Erwin mengutip sabda Rasulullah SAW tentang pentingnya menuntut ilmu bagi setiap muslim. Ia mengajak siswa menjadi pribadi yang mencintai ilmu dan semangat belajar. “Jadilah orang yang berilmu, penuntut ilmu, pendengar ilmu, dan pencinta ilmu. Kalau kalian jalankan empat ini, kalian akan sukses dunia dan akhirat,” katanya.

Dengan gaya komunikatif yang khas, Erwin menyampaikan pesan agar anak-anak mendengarkan guru, menghormati orang tua, dan tidak mudah menyerah dalam belajar. Ia menanamkan keyakinan bahwa setiap anak memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin di masa depan.

“Di antara kalian nanti ada yang jadi pengusaha, anggota DPR, wali kota, gubernur, bahkan presiden. Kalian semua punya potensi untuk jadi hebat,” ucapnya yang disambut tepuk tangan.

Erwin juga menekankan pentingnya membentuk karakter siswa yang tangguh, tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketahanan mental, kedewasaan emosional, serta kecakapan sosial dan kultural.

Dalam momen yang penuh haru, Erwin memanggil sejumlah anak yatim ke depan, memberikan perhatian langsung, serta menyerahkan santunan sebagai bentuk kasih sayang. “Anak-anakku sayang, kalian harus kuat. Jangan pantang menyerah. Rasulullah bersabda, orang yang menanggung anak yatim akan bersama beliau di surga seperti dua jari yang berdampingan,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada anak-anak yatim yang kekurangan kebutuhan dasar seperti sepatu, tas, atau makanan. Pihak sekolah diminta segera menghubungi dirinya jika menemui kondisi tersebut.

Erwin juga memberikan apresiasi kepada kepala sekolah, para guru, dan tenaga pendidik yang telah menyiapkan MPLS dengan baik. Ia mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi yang harmonis dengan para guru.

“Guru harus digugu dan ditiru. Saya ajak semua orang tua bangun sinergi yang kuat dengan guru. Kalau ada apa-apa, jangan langsung percaya cerita anak. Tabayun dulu ke guru,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, suasana menjadi lebih ceria ketika Erwin menyampaikan pantun motivatif:
“Ke kebun binatang lihat buaya,
Pulang-pulang dikejar angsa.
Belajar giat raih prestasi mulia,
Siswa Bandung pasti bisa.”

Pos terkait