Brilian°Pasuruan — Di tengah gempuran era digital dan tantangan ekonomi yang kian kompleks, sosok Kepala Desa Winongan Kidul, Osin Affan, membuktikan bahwa kepemimpinan sejati bukan diukur dari lamanya menjabat, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh rakyat.
Meski sudah tiga periode memimpin, kehidupan pribadi Osin tetap sederhana. Ia dikenal sebagai kepala desa yang menolak memperkaya diri dari jabatan, memilih fokus menyejahterakan warganya melalui program nyata — salah satunya Program Jatim Puspa 2025.
Program yang diinisiasi oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur ini menjadi angin segar bagi puluhan keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan.
Tercatat, 22 KPM menerima bantuan senilai Rp 2,5 juta per orang, berupa bahan dan alat usaha produktif, sesuai dengan potensi ekonomi masyarakat setempat.
Kepala Dinas Sosial, Pak Gede, bersama pendamping Jatim Puspa Pak Akhlis, dan perwakilan dari DPMD Kris, turut hadir dalam penyerahan bantuan secara simbolis. Suasana haru dan semangat tampak di wajah warga penerima manfaat yang kini memiliki peluang baru untuk mandiri.
Salah satu penerima bantuan, Tamunah, yang berjualan rengginang dan kue basah di Dusun Kebondalem, mengaku sangat terbantu.
“Dulu saya bikin rengginang dengan alat seadanya. Sekarang punya kompor gas baru, tabung LPG, dan bahan baku dari program Jatim Puspa. Alhamdulillah, usaha saya jadi lebih lancar,” tuturnya dengan mata berbinar.
Begitu pula dengan Amira, pemilik warung STMJ dan nasi bungkus, yang kini bisa memperluas dagangannya berkat bantuan bahan pokok dan perlengkapan usaha.
“Bantuan ini bukan cuma uang, tapi semangat. Saya jadi yakin bisa bantu ekonomi keluarga tanpa harus berutang lagi,” ujarnya tersenyum.
Sementara itu, Nik Khoironi, warga Dusun Pandean yang membuka warung rujak, tahu campur, dan minuman, kini bisa berjualan dengan peralatan yang lebih memadai.
Dengan dukungan alat seperti kompor gas dua tungku, termos es, serta bahan seperti tepung, beras, dan kopi, ia optimistis pendapatannya akan meningkat.
Kepala Desa Osin Affan menegaskan bahwa setiap bantuan akan terus dikawal agar tepat sasaran dan benar-benar dimanfaatkan untuk usaha produktif.
“Saya hanya ingin melihat warga saya maju. Kalau mereka bisa hidup layak dan mandiri, itu sudah cukup bagi saya. Tidak ada kebahagiaan lain selain melihat masyarakat tersenyum karena hasil keringatnya sendiri,” ungkap Osin dengan nada rendah hati.
Program Jatim Puspa bukan sekadar bantuan sosial, tetapi sebuah gerakan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Melalui sinergi pemerintah, pendamping, dan aparat desa, program ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing.
Kisah dari Winongan Kidul menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa lahir dari desa kecil, ketika pemimpinnya berjiwa besar dan rakyatnya mau bergerak bersama.
Sebagaimana pepatah Jawa mengatakan: “Sopo sing nandur, bakal ngunduh.” Siapa yang menanam kebaikan, dialah yang akan menuai hasilnya.
USM





