Prof. Ricky Avenzora Dorong Ekowisata Jadi Arah Baru Pariwisata Indonesia

Minggu, 28 Sep 2025 09:54 WIB
Prof. Ricky Avenzora Dorong Ekowisata Jadi Arah Baru Pariwisata Indonesia

Brilian•BANDUNG – Indonesia dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah dinilai belum mampu mengelola potensi pariwisatanya secara maksimal. Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof. Ricky Avenzora, menyebut ekowisata sebagai solusi strategis untuk menyelamatkan alam, melestarikan budaya, sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dalam Pra-Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University, 18 September 2025, Prof. Ricky menyoroti masih banyaknya masalah klasik pariwisata nasional, mulai dari kerusakan lingkungan, konflik dengan satwa liar, hingga ketidakadilan distribusi manfaat ekonomi. “Yang diuntungkan hanya kelompok menengah-atas, masyarakat kecil hanya kebagian sedikit,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia harus menggeser paradigma pembangunan pariwisata dari sekadar mengejar jumlah turis menjadi pembangunan berbasis masyarakat. Ekowisata, katanya, bukan hanya aktivitas rekreasi, melainkan perjalanan berkesadaran yang memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan budaya.

Bacaan Lainnya

Prof. Ricky menilai budaya Nusantara adalah aset besar yang justru sering terabaikan. Ribuan folklor, permainan tradisional, hingga seni bela diri bisa menjadi basis industri kreatif kelas dunia jika dipadukan dengan ekowisata. Ia pun mencontohkan dukungan sektor swasta seperti EIGER Adventure Land yang konsisten mengembangkan konsep wisata ramah alam.

Di sisi lain, ia mengkritik praktik penyegelan dan pencabutan izin usaha pariwisata oleh sejumlah pemerintah daerah. Menurutnya, langkah itu tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga menghambat tumbuhnya ekonomi berbasis ekowisata.

Sebagai tawaran solusi, Prof. Ricky mengajukan tiga langkah: academic reengineering di bidang pariwisata, pembangunan berorientasi masyarakat lokal, serta regulasi kondusif bagi pengusaha dan pelaku usaha kecil. “Ekowisata adalah kebutuhan, bukan lagi sekadar tren,” tegasnya.**

Pos terkait