Brilian•JAKARTA — Warga Indonesia kini semakin mudah mempersiapkan ibadah haji. PT Pos Indonesia (Persero) bersama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk resmi menghadirkan layanan pembukaan Rekening Tabungan Jemaah Haji (RTJH) di seluruh jaringan Kantor Pos dan Agenpos. Tak kurang dari 4.800 Kantor Pos dan ratusan ribu Agenpos di seluruh Indonesia kini siap melayani pembukaan rekening haji, menjangkau hingga daerah-daerah pelosok yang sebelumnya sulit mengakses layanan perbankan.
Direktur Jasa Keuangan PosIND, Haris, menjelaskan bahwa kolaborasi ini memperluas jangkauan inklusi keuangan syariah sekaligus mendekatkan layanan haji kepada masyarakat. “Kami ingin memastikan masyarakat di manapun mereka berada bisa mendaftar haji dengan mudah, cepat, dan aman sesuai prinsip syariah. Bahkan, layanan ini akan terus dikembangkan ke dalam aplikasi Pospay Mobile untuk akses digital yang lebih praktis,” ujarnya.
Dengan sistem digital terintegrasi, calon jemaah hanya perlu melakukan verifikasi data diri, face recognition, dan validasi oleh petugas Kantor Pos. Nasabah kemudian akan menerima resi sebagai bukti resmi pembukaan rekening. Seluruh layanan RTJH di Kantor Pos telah terkoneksi langsung dengan sistem Bank Muamalat dan Kementerian Agama untuk pengambilan nomor porsi haji.
Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono, menegaskan bahwa kehadiran layanan ini merupakan jawaban atas lamanya masa tunggu haji di Indonesia, yang saat ini bisa mencapai 15 hingga 30 tahun. “Dengan sistem onboarding yang sederhana ini, masyarakat bisa segera membuka rekening, menabung haji sejak dini, dan langsung mendapatkan nomor porsi haji,” kata Imam.
Adapun produk yang tersedia dalam layanan ini meliputi Tabungan iB Hijrah, yaitu tabungan berbasis akad wadiah tanpa biaya administrasi dengan setoran awal Rp100.000, serta Rekening Tabungan Jemaah Haji (RTJH) yang memerlukan setoran awal Rp25 juta untuk memperoleh nomor porsi haji dari Kemenag RI.
Kerja sama ini melengkapi kolaborasi strategis Pos Indonesia dan Bank Muamalat yang sebelumnya telah mencakup layanan setor-tarik tunai hingga kemitraan logistik. Kini, sinergi tersebut diperluas untuk mendorong pemerataan layanan haji yang lebih inklusif, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil yang selama ini terkendala akses bank.
“Dengan keunggulan jaringan Pos Indonesia yang menjangkau hingga ke pelosok desa, kami optimistis perluasan layanan ini mampu mempercepat literasi dan inklusi keuangan syariah nasional,” pungkas Haris.**





