Brilian°Pasuruan – Akibat “Mulutmu harimaumu”, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kabupaten Pasuruan, Hasbullah, di lurug puluhan Wartawan, Kamis (20/01/2022).
Kedatangan Wartawan untuk konfirmasi terkait pernyataan Hasbullah, melalui video dihadapan Kepala Sekolah dan lainnya.
Kepada puluhan Wartawan, Hasbullah meminta maaf atas kesalahannya. “Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya atas ucapan saya kemarin,” ucap Hasbullah.
Keadaan sempat memanas manakala Pimpinan Redaksi (Pimred) media Lumbung Berita, Masroni, menyampaikan uneg-uneg atas pernyataan Kadispendik yang baru menjabat satu hari.
Dengan nada keras, pria berdomisili di Kecamatan Purwosari, membeberkan apa yang dirasakan Wartawan seluruh Indonesia atas “Pernyataan” Hasbullah.
“Yang tersakiti bukan Wartawan dan LSM Pasuruan saja, tapi seluruh Wartawan dan LSM se Indonesia,” teriak lantang Masroni.
Masih kata Pimred Lumbung Berita, yang berbicara di video itu bukan orang biasa tapi orang berpengaruh di Kabupaten Pasuruan.
“Dia (Hasbullah) bukan petani, tapi orang berpengaruh di Kabupaten Pasuruan. Kami ini jurnalis, bukan hantu yang harus ditakuti. Kami ini kontrol sosial,” tegas Masroni.
Sementara itu Henry Sulfianto, selaku ketua Asosiasi Jurnalis Pasuruan Bersatu (AJPB) menegaskan, bahwa dirinya bersama rekan Wartawan lainnya akan melaporkan atas ucapan Kadispendik Kabupaten Pasuruan.
“Atas dorongan rekan-rekan, hari ini Hasbullah kita laporkan ke Polres Pasuruan. Tugas Wartawan adalah memberikan informasi ke publik dan itu ada dasarnya, yaitu undang-undang Pers no 40 tahun 1999,” tutup sapaan Londo.
Sebelumnya, Rabu 19 Januari 2022, beredar video pernyataan Kadispendik Kabupaten Pasuruan, Hasbullah, yang mengancam Wartawan dan LSM dengan kata “Mati”.
Seperti yang diberitakan oleh “Wartabromo” kemarin, Hasbullah tiba di kantor PWI Pasuruan pada Jumat (21/1/2022). Ia menyerahkan surat berisi permintaan maaf kepada salah satu organisasi profesi jurnalis di Pasuruan.
“Tidak apa-apa Mas sah-sah saja untuk meminta maaf ke PWI, karena PWI salah satu wadah wartawan tertua, tapi itu belum bisa menyelesaikan karena media yang tergabung di PWI tidak semua, jadi keputusan tetap kita serahkan kepada kawan-kawan media yang merasa dirugikan, dengan adanya pernyataan Kepala Dinas tersebut,” pungkasnya Mas Roni.





