Gresik ° Brilian News.id – Upaya perbaikan jalan provinsi di jalur Bambe–Legundi, Driyorejo, kembali menjadi sorotan. Meski beberapa hari terakhir terlihat aktivitas penambalan, pengerjaan dinilai terlalu “sopan” dan tidak menyentuh titik-titik kerusakan yang seharusnya menjadi prioritas utama.
Kritik tersebut muncul setelah redaksi Brilian News menerima informasi adanya kecelakaan tunggal yang terjadi pada hari ini di depan SD Krikilan, Driyorejo. Insiden itu diduga kuat akibat lubang cukup dalam yang masih menganga di badan jalan, tepat di jalur yang rutin dilewati warga dan siswa sekolah.
Menurut sumber lapangan, sebuah motor Honda Scoopy yang dikendarai seorang laki-laki bersama seorang perempuan sebagai penumpang terjatuh keras setelah roda depan masuk ke lubang. Keduanya tersungkur dan mengalami luka akibat benturan. Senin (1/12/25) malam ini.

Yang mengherankan, titik kecelakaan tersebut berada tidak jauh dari lokasi perbaikan yang baru saja dikerjakan oleh pihak Dinas PU Bina Marga Jawa Timur. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai akurasi pemetaan kerusakan dan efektivitas proses identifikasi titik prioritas.
Warga sekitar berharap adanya evaluasi menyeluruh terkait metode peninjauan dan pengerjaan perbaikan jalan, agar kejadian serupa tidak terus terulang. Mereka menilai, tanpa ketelitian dan ketegasan dalam menentukan titik kritis, perbaikan jalan hanya akan menjadi formalitas tanpa memberikan manfaat nyata bagi keselamatan pengguna jalan.
Redaksi Brilian News akan berupaya meminta penjelasan kepada pihak terkait tentang penyebab tidak tersentuhnya lubang tersebut, mengingat lokasinya berada di area rawan dan berdekatan dengan fasilitas pendidikan.





