TNI AL Sebut Tunggu Arahan Pemerintah
Brilian*Aceh – Pengungsi Rohingya yang terombang-ambing dalam satu kapal kayu masih berada di perairan Bireuen, Aceh. Belum ada keputusan dari pemerintah pusat maupun daerah terkait nasib pengungsi tersebut.
Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Lhokseumawe Kolonel Marinir Dian Suryansyah, mengatakan pihaknya tidak bisa berbuat banyak selain menyekat pengungsi tetap berada di lautan.
“Kalau ditanya apakah mereka (pengungsi Rohingya) akan ditarik ke darat, bukan kewenangan saya menjawab. Itu kewenangan pemerintah,” ujar Dian kepada media ini, Senin (27/12).
Dia mengaku, sampai saat ini belum ada arahan apapun dari pemerintah apakah kapal yang ditumpangi pengungsi etnis Rohingya itu akan ditarik ke daratan Aceh atau tetap dibiarkan di laut.
“Kita menunggu perintah dari pemerintah. Kalau perintahnya dimasukkan, ya akan kita bantu masukkan (ke daratan Aceh). Tapi sejauh ini belum ada arahan,” tandasnya.
Namun, kata Dian Suryansyah, pihaknya tetap membantu pengungsi Rohingya itu dengan memasok logistik makanan untuk mereka supaya bisa melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan.
“Kita hanya bantu di perbatasan laut. Tetap akan kita bantu secara kemanusiaan,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, kapal yang mengangkut etnis Rohingya itu pertama sekali dilihat nelayan Aceh terombang-ambing di laut sekitar 67 mil dari daratan Kabupaten Bireuen, pada Minggu (26/12) siang.
Panglima Laot Bireuen, Badruddin Yunus, kepada media ini mengatakan sejumlah kesaksian nelayan yang melihat keberadaan pengungsi Rohingya itu di laut, menyatakan bahwa kapal yang mereka tumpangi mengalami rusak mesin.
Mereka mengandalkan layar dari terpal berlogo organisasi UNHCR untuk menjalankan kapal. Nelayan Aceh lantas menolong dengan mengikat kapal pengungsi Rohingya di rumpon di tengah laut. Nelayan Aceh juga memberi makanan untuk mereka.
Badruddin menyebut, di dalam kapal banyak terdapat anak-anak, perempuan dan beberapa orang pria dewasa.
“Informasi dari nelayan kita pengungsi Rohingya itu berjumlah sekitar 120 orang,” ujarnya.
Dia mengaku, banyak nelayan Aceh yang melihat langsung keberadaan pengungsi tersebut ingin menolong dengan menarik mereka ke daratan.
“Ini bagaimana ya, kalau soal kemanusiaan kita ingin sekali menarik mereka ke darat, membantu. Tapi kami ini kan masyarakat biasa (tidak bisa mengambil keputusan),” jelasnya.
“Kami kasihan lihat anak-anak banyak sekali di atas kapal Rohingya itu,” tegas Badruddin Yunus pada awak media mengakhiri perbincangan.





