Probolinggo| Brilian-news.id,-Demi meningkatkan pelayanan kesehatan pemerintah kabupaten Probolinggo menggelontorkan ratusan juta rupiah untuk rehabilitasi puskesmas pembantu (PUSTU) Jatisari.
Dengan kegiatan penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan untuk UKM dan UKP kewenangan daerah kabupaten/kota, telah memakan anggaran APBN senilai Rp. 262.815.700,-
Ironisnya proyek besar yang dikerjakan oleh CV. Gunung Bromo dan diawasi oleh CV. Vertikal akhir-akhir ini pekerjaannya telah menjadi sorotan awak media.
Pasalnya CV. Gunung Bromo yang berani mengerjakan proyek negara seharusnya sudah terverifikasi terkait K3, namun fakta di lapangan menunjukkan para pekerja tidak menunjukkan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Selain itu kami juga menemukan beberapa pekerjaan yang di kerjakan secara asal-asalan dan juga bisa di bilang NGAWUR. Kami mendapati pertama pemasangan keramik di kusen pintu depan yang tidak SIKU dari pintu kusen. Ke 2. pengecoran kolom Bolong sebelah Utara. Ke 3 di bawah keramik Adonannya tidak merata banyak Yang Bolong ke 4 Fondasi depan pasangan Batu sungai juga bolong-bolong.
Dengan adanya temuan tersebut kami juga tidak menemukan pengawas di lokasi, proyek negara yang menggunakan dana masyarakat seharusnya benar-benar dikontrol dengan baik, bukan dibiarkan secara liar seperti itu.
Selanjutnya Ali, anggota LSM mencoba melaporkan melalui pelayanan pengaduan Lapor kanda, Ali hanya mendapatkan balasan kami sudah klarifikasi ke yang bersangkutan IBUK Edy selaku kontraktor CV. Gunung Bromo ini namun jawabnya iya terimakasih masukannya pak dan kami akan segera memperbaiki pak.
“Pemerintah seharusnya dapat melakukan tindakan tegas atas kinerja CV. Gunung Bromo yang diduga mengerjakan proyek negara secara ugal-ugalan tersebut, ketika pemerintah sudah tahu seperti ini, seharusnya pemerintah tidak tumpul, pemerintah wajib memperhatikan jalannya proyek tersebut dan memberikan kepada CV. Yang benar-benar mampu atau mumpuni. Kalau pemerintah tidak melakukan tindakan, kami juga menduga ada sesuatu dibalik proyek negara tersebut”, tutup Ali.





