Pelaksana Proyek Irigasi Rp4,9 M Membisu, Temuan Lapangan Diduga Sengaja Ditutup-Tutupi

Selasa, 9 Des 2025 12:08 WIB
Pelaksana Proyek Irigasi Rp4,9 M Membisu, Temuan Lapangan Diduga Sengaja Ditutup-Tutupi

Brilian°Probolinggo, – Sikap bungkam pihak pelaksana proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi senilai Rp4,9 miliar di wilayah Topi–Desa Jurangjero, Kaliacar, OPO OPO, Jati, Urip, Patemon, Temenggungan, Krejengan, Brani Wetan, Kamal Kuning hingga Gading–Krejengan–Kraksaan–Maron, Kabupaten Probolinggo, semakin memicu kecurigaan publik. Selama tiga hari penuh permintaan klarifikasi dilayangkan, tidak satu pun respons diberikan oleh CV Surya Wira Perkasa selaku pelaksana.

Padahal temuan lapangan menunjukkan indikasi ketidaksesuaian pekerjaan yang tidak bisa dianggap sepele. Beberapa temuan yang didokumentasikan di lokasi antara lain:

1. Sambungan saluran baru–lama diduga tidak dipasang penutup sesuai spesifikasi teknis.

Bacaan Lainnya

2. Material batu sungai yang digunakan tidak memenuhi ukuran standar.

3. Galian pondasi tidak dilapisi pasir sebagaimana syarat dasar pekerjaan konstruksi.

Ketika perwakilan perusahaan dihubungi, jawabannya hanya sebatas “akan koordinasi dengan atasan”, namun setelah itu tidak ada perkembangan apa pun. Nomor resmi perusahaan yang dicoba dihubungi pun tidak pernah merespons panggilan maupun pesan.

Tidak adanya transparansi dari pelaksana proyek menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah terjadi penyimpangan yang sengaja ditutup-tutupi?

Dengan nilai kontrak Rp4,907 miliar, publik berhak mendapatkan penjelasan, bukan keheningan yang justru mempertebal dugaan adanya pelanggaran spesifikasi, pengurangan volume, atau praktik manipulasi material.

Di tengah situasi ini, peran instansi teknis, pengawas lapangan, inspektorat, dan aparat penegak hukum sangat dibutuhkan. Pemeriksaan harus dilakukan secara menyeluruh, bukan berdasarkan laporan semata, tetapi melalui pengecekan titik demi titik di lokasi pekerjaan. Jika dugaan penyimpangan terbukti, langkah penindakan harus dilakukan tanpa kompromi.

Proyek irigasi bukan hanya soal beton, batu, atau galian. Ini menyangkut hajat hidup petani yang mengandalkan aliran air untuk produksi pangan. Ketika pekerjaan tidak sesuai, dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pelaksana proyek tetap menutup diri dan memilih diam. Dan dalam banyak kasus proyek publik, diam seringkali lebih nyaring daripada jawaban.

 

Tim-Redaksi

Pos terkait