Brilian°Surabaya – Seorang Sopir Travel yang sering mangkal di Bandara Juanda, yang berada di Jl. Insinyur Surabaya Jawa Timur, Saputra seorang laki-laki asal Tulungagung kini mengadu nasib bermodal keberanian sebagai supir Travel kamis, 23/22.
Hampir tiap saat, Saputra selalu di datangi rasa jenuh, menunggu dan berharap, sampai rasanya setiap ada penumpang turun dari pesawat inginnya di hampiri. Tapi semenjak adanya Covid-19 hingga yang terbaru Omicron, jarang sekali orang-orang yang menggunakan Jasa Travel. Kadang disitu ia merasa sedih.
“Angel mas jaman saiki golek penumpang, semenjak onok virus iki iku maleh ribet, imbase yo awak dewe,” katanya sambil merenung.
Selain itu, penumpang yang tak pernah penuh, dan juga dibatasi, seperti kursi buat duduk, yang dulunya bisa membawa penumpang lebih banyak, untuk saat ini malah gak bisa, karna adanya Covid penumpangpun tak seberapa.
Masih Saputra, laki-laki (43) ini yang dulunya bekerja sebagai karyawan di hotel ternama di Jawa Timur, tapi semenjak adanya virus ini pengunjung hotel mulai sepi hingga terjadi pengurangan karyawan. Apa boleh buat dalam benak untuk menyambung hidup, lantas Saputra membanting setir untuk menjadi tukang supir Travel di Surabaya.
“Pokok halal pak, namanya juga tekad untuk mengais rejeki buat keluarga dirumah,” ucapnya.
Lantaran bermodal keberanian Saputra, yang menjadi supir Travel tersebut. Sedikit demi sedikit akhirnya bisa membeli mobil tua untuk di pakai dan untuk dipergunakan pada saat dirumah,”tutupnya.





