Ormas Jawara Tandai Jalan Rusak di Krian, Desak Kejelasan Tanggung Jawab Pengurukan

Selasa, 10 Mar 2026 14:52 WIB
Ormas Jawara Tandai Jalan Rusak di Krian, Desak Kejelasan Tanggung Jawab Pengurukan

SIDOARJO ° Brilian News.id
Persoalan jalan rusak yang memicu kecelakaan di Jalan Embong Kali, Desa Kemasan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, mendapat respons dari organisasi masyarakat Jawara (Gerakan Pemuda Jawa–Madura). Sejumlah anggota ormas tersebut melakukan aksi penandaan pada titik-titik jalan berlubang yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Ketua Jawara Krian, Yudha, menyatakan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk peringatan kepada pengendara sekaligus kritik terhadap lambannya respons pihak terkait dalam menangani kerusakan jalan.

Menurut Yudha, pihaknya menyayangkan sikap dinas terkait, khususnya Dinas PU Bina Marga Sidoarjo, yang dinilai kurang peka dalam merespons informasi kerusakan jalan yang telah lama dikeluhkan masyarakat.

“Informasi soal kondisi jalan ini sebenarnya sudah lama beredar di masyarakat. Yang disayangkan, respons nyata untuk memperbaiki belum terlihat,” ujar Yudha. Selasa (10/3/26)

Ia mengakui bahwa di lokasi tersebut sebelumnya telah dipasang banner peringatan bahaya dari Dinas PU Bina Marga dan SDA Kabupaten Sidoarjo. Namun menurutnya, pemasangan peringatan tidak bisa menjadi solusi utama ketika kondisi jalan tetap dibiarkan rusak.

“Banner peringatan memang ada, tapi kalau lubangnya tetap dibiarkan, risikonya tetap ada. Pengguna jalan yang menanggung dampaknya,” katanya.

Yudha juga menilai kerusakan jalan di titik tersebut hanyalah sebagian kecil dari persoalan infrastruktur jalan yang lebih luas di Kabupaten Sidoarjo.

Terkait informasi adanya proyek pengurukan di sekitar lokasi yang diduga menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan, pihaknya berencana meminta penjelasan langsung kepada dinas terkait mengenai siapa pihak yang melakukan aktivitas tersebut serta kapan tanggung jawab perbaikan akan dilakukan.

Menurutnya, menunggu bertambahnya korban kecelakaan tunggal akibat jalan rusak bukanlah situasi yang dapat diterima.

“Kalau harus menunggu korban berikutnya baru diperbaiki, itu bukan cara yang manusiawi dalam mengelola keselamatan jalan,” tegasnya.

Sebelumnya, seorang pemuda berinisial R mengalami kecelakaan tunggal setelah sepeda motor yang dikendarainya terperosok lubang di Jalan Embong Kali, Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 14.20 WIB. Korban mengalami luka pada bagian kaki dan tubuh hingga tidak dapat beraktivitas normal selama beberapa hari.

Saat dikonfirmasi melalui layanan pengaduan resmi, Customer Service 112 Sidoarjo menyampaikan bahwa di lokasi tersebut terdapat aktivitas pengurukan.

Dalam keterangan yang disampaikan, pemeliharaan jalan disebut mengikuti pihak yang melakukan pengurukan, sementara dinas terkait disebut membantu dalam penyampaian informasi kepada pihak tersebut.

Namun hingga kini, belum ada kejelasan mengenai siapa pihak yang melakukan pengurukan maupun kapan perbaikan jalan akan dilakukan.

Merujuk Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, penyelenggara jalan berkewajiban memastikan kondisi jalan tetap laik dan aman bagi pengguna.

Sementara itu, aktivitas lalu lintas di ruas Jalan Embong Kali masih menjadi akses yang dilewati oleh banyak pengendara, dengan kondisi jalan yang dikhawatirkan masih berpotensi memicu kecelakaan berikutnya.

Video aksi; https://youtube.com/shorts/fTRadmMT0y0?si=E8rASLy7WOjWst1e

Hingga berita ini ditayangkan, pihak media masih menunggu jawaban  lanjutan dari dinas terkait mengenai pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas pengurukan serta rencana perbaikan jalan tersebut.

Pos terkait