Nunung Nurasiah Dorong 220 Titik Pengelolaan Sampah Berjalan Optimal

Selasa, 30 Jun 2026 16:18 WIB
Nunung Nurasiah Dorong 220 Titik Pengelolaan Sampah Berjalan Optimal

Brilian•BANDUNG – Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Nunung Nurasiah, mendorong agar 220 titik pengelolaan sampah yang disiapkan Pemerintah Kota Bandung dapat beroperasi secara optimal sehingga mampu mengurangi timbulan sampah hingga 125 ton per hari.

Hal itu disampaikan Nunung saat menjadi narasumber dalam siaran langsung Radio Sonata dan PRFM bersama Kepala Seksi Pengurangan Sampah sekaligus Ketua Tim Pengurangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Syahriani, di Studio Radio Sonata, Selasa, 30 Juni 2026.

Menurut Nunung, penambahan fasilitas pengelolaan sampah merupakan langkah positif. Namun, keberhasilannya tidak hanya bergantung pada infrastruktur, melainkan juga pada perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi, memilah, dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.

“Upaya Pemerintah Kota Bandung menambah titik pengelolaan sampah merupakan langkah strategis yang patut didukung. Namun, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh jumlah fasilitas yang tersedia, melainkan juga oleh kesadaran masyarakat untuk mengurangi, memilah, dan mengelola sampah secara mandiri,” ujarnya.

Ia menilai sistem pengelolaan sampah berbasis kewilayahan perlu terus diperkuat. Keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), rumah maggot, bank sampah, hingga teknologi pengolahan lainnya harus dimanfaatkan secara maksimal agar ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir semakin berkurang.

Nunung juga mendorong keterlibatan aparat kewilayahan, komunitas lingkungan, pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam membangun tata kelola sampah yang terintegrasi.

“Pengelolaan sampah bukan hanya urusan pemerintah. Ini adalah tanggung jawab bersama. Ketika masyarakat ikut berpartisipasi, maka target pengurangan sampah akan lebih mudah tercapai dan lingkungan Kota Bandung akan menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman,” katanya.

Selain itu, ia menilai edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat agar budaya memilah sampah menjadi kebiasaan sehari-hari. Di sisi lain, setiap titik pengelolaan sampah juga harus didukung sumber daya manusia yang memadai serta pendampingan teknis secara berkelanjutan.

Nunung menegaskan, Komisi III DPRD Kota Bandung akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran agar program pengelolaan sampah berjalan efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“DPRD Kota Bandung berkomitmen mendukung berbagai kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan. Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat terus diperkuat sehingga Kota Bandung mampu mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujarnya.** (Ken)

Pos terkait