Brilian-news.id | Blitar – Lapas Blitar kembali menghadirkan program pembinaan kepribadian bagi warga binaan melalui kegiatan konseling yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Jumat (10/07).
Mengangkat tema “Mengelola Stres dan Membangun Harapan Selama Menjalani Masa Pembinaan”, kegiatan ini bertujuan memberikan penguatan mental sekaligus memotivasi warga binaan agar tetap memiliki harapan positif selama menjalani proses pembinaan.
Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah warga binaan dengan penuh antusias. Melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan sesi berbagi pengalaman, para mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali sumber stres, mengelola emosi secara sehat, serta membangun pola pikir yang positif sebagai bekal menjalani kehidupan selama di dalam lapas maupun setelah kembali ke masyarakat.
Kalapas Blitar, Iswandi, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mendukung pelaksanaan program pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Menurutnya, kesehatan mental merupakan salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian dalam proses pemasyarakatan.
“Kegiatan konseling ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kepribadian yang diharapkan mampu membantu warga binaan mengelola tekanan selama menjalani masa pidana, sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus memperbaiki diri. Kami mengapresiasi kontribusi mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang telah berbagi ilmu dan motivasi kepada warga binaan,” ujar Iswandi.
Melalui kegiatan ini, warga binaan juga diajak untuk memandang masa pembinaan sebagai kesempatan melakukan introspeksi dan pengembangan diri. Dengan bekal pengelolaan stres yang baik serta tumbuhnya harapan untuk masa depan, diharapkan mereka mampu mengikuti seluruh program pembinaan secara optimal dan siap kembali menjadi pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat.
Lapas Blitar terus berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, dalam menghadirkan program pembinaan yang komprehensif. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya tujuan Sistem Pemasyarakatan, yaitu membentuk warga binaan menjadi pribadi yang sadar akan kesalahan, memperbaiki diri, dan dapat kembali berperan aktif sebagai anggota masyarakat yang taat hukum.





