Meski Molor dari Target 2025, Revitalisasi Alun-Alun Kota Probolinggo Akhirnya Diresmikan Awal 2026

Minggu, 11 Jan 2026 18:46 WIB
Meski Molor dari Target 2025, Revitalisasi Alun-Alun Kota Probolinggo Akhirnya Diresmikan Awal 2026

Brilian°PROBOLINGGO — Pembangunan trotoar pematusan dan penataan kawasan Alun-Alun Kota Probolinggo yang merupakan bagian dari program infrastruktur tahun 2025 akhirnya diresmikan pada awal tahun 2026. Peresmian dilakukan oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Sabtu (10/1) sore.

Revitalisasi Alun-Alun ini merupakan bagian dari program Probolinggo Bersolek, khususnya di sektor infrastruktur. Kawasan pusat kota tersebut kini tampil dengan wajah baru yang lebih luas, tertata, dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas masyarakat.

Meski proyek ini tidak rampung sesuai target waktu yang direncanakan pada 2025, penyelesaiannya tetap mendapat perhatian luas dari masyarakat. Sejak beberapa hari setelah penutupan proyek, kawasan Alun-Alun terpantau mulai ramai dikunjungi warga yang memanfaatkan ruang publik tersebut untuk berolahraga, berjalan santai, hingga berkumpul bersama keluarga.

Bacaan Lainnya

Sejumlah pengunjung juga terlihat mengabadikan momen aktivitas mereka, menandai kembalinya Alun-Alun sebagai salah satu pusat interaksi sosial warga Kota Probolinggo.

Secara fisik, kawasan Alun-Alun kini dilengkapi banyak tempat duduk, penataan tanaman hias, bunga, serta lampu-lampu estetik yang memperkuat fungsi ruang publik sekaligus memperindah wajah kota. Pemerintah Kota berharap revitalisasi ini mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat dan memperkuat identitas pusat kota.

Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyatakan bahwa peresmian ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat.

“Ini tentunya menjadi suatu kebahagiaan bagi masyarakat Kota Probolinggo, karena hari ini kita telah meresmikan beberapa proyek dalam rangka untuk memperindah kota mewujudkan Probolinggo Bersolek,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Probolinggo juga meresmikan sejumlah proyek infrastruktur lain, antara lain preservasi Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Panglima Sudirman, pintu masuk Pasar Baru di Jalan Panglima Sudirman, Sentra Wisata Kuliner (SWK) GOR A. Yani sisi selatan, serta pusat oleh-oleh Dekranasda.

Wali kota menambahkan bahwa seluruh proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.

“Alhamdulillah, itu semua akan membuat suasana dan penampilan Kota Probolinggo lebih cantik,” ungkapnya.

Namun demikian, fakta bahwa proyek yang direncanakan pada 2025 baru dapat diresmikan awal 2026 menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah. Keterlambatan pelaksanaan menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan, pengawasan, dan manajemen waktu dalam pengerjaan proyek-proyek infrastruktur.

Meski demikian, masyarakat menyambut positif rampungnya revitalisasi Alun-Alun. Kendati sempat molor dari target waktu, wajah baru Alun-Alun Kota Probolinggo kini kembali menjadi ruang publik kebanggaan warga.

Ke depan, Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kawasan Alun-Alun tetap bersih, rapi, dan tertib. Kawasan tersebut juga ditegaskan harus bebas dari Pedagang Kaki Lima (PKL) dan wahana permainan yang berpotensi mengganggu fungsi ruang publik.

Pemerintah Kota juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum yang telah dibangun. Menurut pemerintah, keberhasilan revitalisasi tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari keberlanjutan perawatan, ketertiban, dan rasa memiliki dari seluruh warga.

Dengan diresmikannya proyek yang sempat tertunda ini, publik kini menanti langkah lanjutan pemerintah daerah, tidak hanya dalam memperindah kota, tetapi juga memastikan setiap program infrastruktur berjalan lebih tepat waktu, transparan, dan benar-benar berdampak bagi masyarakat.

 

Redaksi

Pos terkait