Brilian°Surabaya – Banyaknya kursi roda yang belum ergonomis yang digunakan oleh para disabilitas membuat mereka tidak nyaman dalam menggunakannya. Melalui program Bantuan Dana Inovasi Pembelajaran Dan Teknologi Asistif yang dibiayai oleh Kemendikbudristek, melatih lima belas responden disabilitas dalam menggunakan kursi roda yang telah didesain dengan menggunakan lumbar support dan head rest. Seperti yang terjadi pada para disabilitas yang merasakan kenyamanan setelah dilatih untuk menggunakan kursi roda listrik yang ergonomis menggunakan lumbar support dan head rest. Program tersebut merupakan program Bantuan Teknologi Asistif yang didanai oleh Program Kemendikbudristek Tahun 2021.

Dosen Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS, DR. Ir. Eko Nurmianto, MEngSc yang menjelaskan untuk menjadikan kursi roda listrik menjadi produk yang nyaman dan ergonomis yang bernilai ekonomi tinggi dibutuhkan inovasi dan kreatifitas.
Salah satu cara, kata dia adalah mendesain ergonomi kursi roda listrik dengan memasang lumbar support dan head rest. Tidak hanya itu, kursi roda juga bisa dimanfaatkan untuk bekerja dan bersantai.
“Tentunya jika kursi roda listrik maupun non listrik jika dirancang dengan baik dapat menghasilkan produk inovatif bernilai tinggi. Seperti kursi roda listrik dan non listrik yang banyak ditemui. Jika ditambah dengan lumbar support dan head rest menjadi lebih ergonomis,” katanya.
Eko yang berminat sekali meneliti pada bidang ergonomi ini memaparkan,” Kursi roda listrik maupun non listrik melalui desain ergonomi yang baik maka bisa menjadi kursi roda yang aman, nyaman, dan sehat”.

Uji REBA (Rapid Entire Body Assessment) adalah uji untuk menganalisis postur berdiri atau postur duduk seseorang dalam kondisi nyaman atau tidak nyaman.
Setelah kursi roda dipasang lumbar dan head rest, maka dari uji REBA menunjukkan tidak adanya kelelahan.

Selain memberikan penjelasan terkait desain ergonomi kursi roda, Eko juga menjelaskan pentingnya peran desain ergonomi untuk para disabilitas sehingga para desainer produk kursi roda dapat meningkatkan kenyamanan bagi para disabilitas.
Di Indonesia, ada 11 juta orang dengan disabilitas atau 4,5 persen dari populasi. Sejumlah 70 juta orang membutuhkan kursi roda, namun hanya di antara 5-15 persen yang memiliki akses. Oleh karena itu melalui program ini pihaknya berkomitmen penelitian kursi roda disbilitas dengan lumbar support dan head support bisa menjadi penelitian bidang desain ergonomi yang prospek di masa depan.
Kami berharap melalui program ini nantinya masyarakat disabilitas pengguna kursi roda dapat memanfaatkan hasil penelitian ini.
Melalui program yang bertajuk Program Bantuan Dana Inovasi Pembelajaran Dan Teknologi Asistif, ITS Bersama Kemendikbudristek berkomitmen melakukan pendampingan warga disabilitas agar dapat memanfaatkan hasil penelitian kursi roda ergonomis listrik menggunakan lumbar dan head support yang diteliti oleh Dr. Ir. Eko Nurmianto, MEngSc dan tim.





