Lindungi Anak dari Aktivitas Negatif, Pemkot Bandung Terapkan Jam Malam Pelajar

Jumat, 13 Jun 2025 18:15 WIB
Lindungi Anak dari Aktivitas Negatif, Pemkot Bandung Terapkan Jam Malam Pelajar

Brilian•BANDUNG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai menerapkan kebijakan operasi jam malam bagi pelajar sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap anak. Kebijakan ini dijalankan berdasarkan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat dan melibatkan koordinasi lintas sektor.

“Pemkot Bandung sangat mendukung kebijakan ini. Kami bekerja sama dengan aparat dan kewilayahan untuk melakukan patroli jam malam pelajar,” ujar Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, dalam siaran di Radio Sonata, Jumat, 13 Juni 2025.

Erwin menekankan bahwa tujuan utama dari kebijakan ini bukan untuk menghukum, melainkan mencegah keterlibatan pelajar dalam aktivitas negatif pada malam hari. Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan kebijakan ini tetap akan dievaluasi secara berkala.

Bacaan Lainnya

“Kami masih melakukan observasi kondisi di lapangan, sambil mempersiapkan evaluasi menyeluruh,” katanya.

Ia menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan penguatan karakter pelajar yang saat ini tengah digencarkan, khususnya dalam membentuk Profil Pelajar Pancasila. Salah satu dimensi dalam profil tersebut adalah membangun kebiasaan hidup sehat.

“Tidur dan bangun tepat waktu adalah bagian dari kebiasaan hidup sehat. Kami ingin anak-anak Kota Bandung tidak hanya pintar, tapi juga sehat dan berkarakter,” ungkap Erwin.

Senada dengan itu, Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Edy Suparjoto, menyatakan pihaknya telah melakukan edukasi ke sekolah-sekolah untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut.

“Sekolah memberikan pemahaman kepada siswa bahwa aturan ini adalah bentuk perlindungan, bukan pembatasan semata,” ujar Edy.

Ia juga mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan akan memperkuat program pembinaan bagi pelajar yang terjaring operasi jam malam, dengan melibatkan peran orang tua dan guru.

“Kami akan memperkuat kegiatan parenting dan melibatkan orang tua serta guru dalam proses pembinaan. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas sekolah,” tandasnya.**

Pos terkait