Lapas Kelas I Madiun Perkuat Kualitas Pembinaan Melalui Audit Kinerja dan Evaluasi Fasilitas Produktif

Kamis, 29 Okt 2026 11:17 WIB
Lapas Kelas I Madiun Perkuat Kualitas Pembinaan Melalui Audit Kinerja dan Evaluasi Fasilitas Produktif

Brilian-news.id | MADIUN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun terus memperkuat kualitas penyelenggaraan pembinaan melalui evaluasi program, optimalisasi fasilitas, serta peningkatan tata kelola kegiatan kerja warga binaan. Komitmen tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan audit kinerja oleh Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang memasuki hari kedua, Rabu (28/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Lapas Kelas I Madiun memfasilitasi peninjauan langsung terhadap sejumlah area pembinaan dan kegiatan kerja untuk menunjukkan pemanfaatan sarana dan prasarana dalam mendukung program pembinaan kemandirian, pemenuhan kebutuhan warga binaan, serta pengembangan keterampilan produktif.

Sejumlah lokasi yang ditinjau meliputi Brandgang Ecopark, Ruang Afeksi, Sport Center, hingga area kegiatan kerja warga binaan. Setiap fasilitas memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam mendukung pelaksanaan pembinaan, mulai dari pengembangan keterampilan dan produktivitas hingga pemenuhan kebutuhan serta kebugaran jasmani warga binaan.

Bacaan Lainnya

Di area Brandgang Ecopark, Lapas Kelas I Madiun mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk kegiatan produktif yang mendukung program kemandirian. Sementara itu, Ruang Afeksi dan Sport Center menjadi bagian dari fasilitas yang menunjang pemenuhan kebutuhan warga binaan serta mendukung kesehatan dan kebugaran selama menjalani masa pembinaan.

Optimalisasi pembinaan juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan kerja, seperti anyaman, batik tulis, pembuatan tempe, dan kegiatan produktif lainnya. Program-program tersebut memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh keterampilan praktis, membangun kedisiplinan, serta mengembangkan kemampuan menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Kepala Lapas Kelas I Madiun, Fajar Nur Cahyono, menyampaikan bahwa audit kinerja menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus memperkuat upaya peningkatan kualitas pembinaan secara berkelanjutan.

“Bagi kami, evaluasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan program pembinaan berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata. Kami terus berupaya memaksimalkan pemanfaatan fasilitas, mengembangkan kegiatan kerja produktif, serta membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi modal ketika kembali ke masyarakat. Dengan tata kelola yang baik, pembinaan diharapkan semakin efektif, terarah, dan berkelanjutan,” ungkap Fajar.

Dalam peninjauan tersebut, Auditor Ahli Madya sekaligus Pengendali Teknis Tim Audit, Hari Purwanto, menjelaskan bahwa pemeriksaan lapangan merupakan bagian dari evaluasi untuk melihat kesesuaian antara pengelolaan program, pemanfaatan fasilitas, dan pelaksanaan kegiatan.

“Peninjauan langsung memberikan gambaran mengenai bagaimana program dikelola dan dilaksanakan di lapangan. Hal ini menjadi bagian dari evaluasi untuk mendukung peningkatan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pembinaan,” jelas Hari Purwanto.

Audit kinerja ini berfokus pada evaluasi pelaksanaan pembinaan kemandirian ketahanan pangan bidang peternakan Tahun Anggaran 2025 hingga Oktober 2026. Proses pemeriksaan berlangsung pada 27–31 Oktober 2026, mencakup penelaahan dokumen dan data dukung serta peninjauan lapangan untuk melihat pelaksanaan program dan pemanfaatan sarana pendukungnya.

Lapas Kelas I Madiun mendukung pelaksanaan audit dengan menyiapkan dokumen dan data yang diperlukan serta menjadikan hasil evaluasi sebagai bahan perbaikan dalam pengelolaan program. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola yang transparan, tertib, dan akuntabel.

Melalui optimalisasi fasilitas dan evaluasi berkelanjutan, Lapas Kelas I Madiun berkomitmen menghadirkan pembinaan yang produktif dan humanis. Tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program di dalam lapas, pembinaan juga diarahkan untuk membangun keterampilan, menumbuhkan kemandirian, serta mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali berperan positif di tengah masyarakat.

Pos terkait