Brilian•BANDUNG, — Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, Ketua DPRD Kota Bandung H. Asep Mulyadi, S.H., turun langsung meninjau kondisi sekolah dasar di dua wilayah berbeda. Pada Rabu lalu, 9 Juli 2025, Kang Asmul — sapaan akrabnya — menyambangi SDN 192 di Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Regol, serta SDN 259 Cibatu di Antapani Tengah.
Kunjungan ini juga diikuti Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Ghufron, serta para kepala sekolah dan guru yang menyambut penuh antusias. Kang Asmul melihat langsung kondisi ruang belajar, ketersediaan ruang kelas, hingga jumlah tenaga pendidik yang masih perlu diperkuat.
“Kita mau memastikan anak-anak nanti belajar dengan nyaman. Karena itu saya ingin cek langsung, apa yang masih kurang, berapa ruang kelas yang perlu ditambah, termasuk kebutuhan tenaga pengajar,” tutur Kang Asmul di sela-sela peninjauan.
Di SDN 192, misalnya, Kang Asmul mendapati sekolah tersebut masih harus berbagi gedung dengan SMPN 60. Ia menegaskan perlunya percepatan pembangunan sekolah SMP terpisah agar kegiatan belajar-mengajar di kedua jenjang bisa berjalan kondusif.
“Alhamdulillah ada Pak Kadis juga hari ini, jadi kondisi di lapangan terlihat jelas. Kami di DPRD akan terus dorong anggaran untuk penambahan ruang kelas baru. Mudah-mudahan tahun ini dan di APBD Murni 2026 kita bisa wujudkan bersama,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Ghufron, menyebut pihaknya terus menghitung kebutuhan anggaran agar pemerataan kualitas pendidikan dasar dan menengah berjalan optimal. Dari
perhitungan tersebut, tidak hanya penambahan ruang kelas baru yang jadi fokus, tetapi juga pengadaan lahan di zona-zona yang masih belum terjangkau sekolah negeri.
“Kami di Dinas Pendidikan tentu berupaya sekuat tenaga menyiapkan solusi konkret, termasuk penambahan ruang belajar, pembangunan sekolah baru di blank-spot area, sampai perbaikan fasilitas belajar yang sudah lama perlu direvitalisasi,” tutur Asep Ghufron.
Ia juga mengapresiasi peran DPRD Kota Bandung yang konsisten turun ke lapangan untuk memastikan perencanaan anggaran benar-benar menjawab kebutuhan riil di sekolah.
Kang Asmul menambahkan, perbaikan kualitas pendidikan tidak hanya soal sarana-prasarana, tetapi juga peningkatan mutu tenaga pengajar. Menurutnya, kedua aspek ini harus berjalan beriringan agar cita-cita membangun SDM unggul di Kota Bandung benar-benar terwujud.
“Pendidikan dasar itu fondasi pembangunan kota. Karena itu kami akan kawal terus perencanaan sampai pelaksanaannya di lapangan. Mudah-mudahan ikhtiar ini membawa kebaikan bagi generasi Bandung di masa depan,” tuturnya.
Dengan sinergi yang solid antara DPRD, Pemerintah Kota, Dinas Pendidikan, hingga pihak sekolah, diharapkan kebutuhan ruang belajar, tenaga pendidik, dan fasilitas pendukung dapat terpenuhi secara bertahap — sehingga setiap anak di Kota Bandung dapat belajar dengan nyaman dan bermutu.**





