Kunjungan Pasca Konstruksi dan Penutupan Program Pelatihan Raphael Rowe Foundation dan Second Change Foundation di Lapas Mojokerto

Jumat, 12 Des 2025 18:06 WIB
Kunjungan Pasca Konstruksi dan Penutupan Program Pelatihan Raphael Rowe Foundation dan Second Change Foundation di Lapas Mojokerto

Brilian-news.id | Mojokerto – Lapas Mojokerto menjadi tuan rumah kegiatan Kunjungan Pasca Konstruksi dan Penutupan Program Pelatihan yang digelar oleh Raphael Rowe Foundation dan Second Chance Foundation pada Senin, 1 Desember 2025. Acara berlangsung meriah di Aula Utama Lapas Mojokerto dengan rangkaian kegiatan yang penuh apresiasi dan kekeluargaan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Founder Second Chance Foundation, Evy Amir Syamsudin, serta Founder Raphael Rowe Foundation. Kehadiran kedua tokoh ini menjadi bentuk dukungan kuat terhadap keberlanjutan program pembinaan dan pelatihan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Mojokerto.

Acara dibuka dengan penampilan tarian dari WBP blok wanita yang menampilkan koreografi penuh energi. Tarian pembuka ini berhasil memeriahkan suasana dan mencerminkan kreativitas hasil pembinaan seni yang telah berjalan.

Bacaan Lainnya

Usai tarian pembuka, acara dilanjutkan dengan penampilan pemenang lomba fashion show yang sebelumnya telah dilaksanakan dalam rangkaian program pembinaan. Para pemenang tampil percaya diri memperlihatkan karya busana hasil kreasi mereka sendiri.

Selanjutnya, Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menyampaikan sambutannya. Ia mengucapkan terima kasih kepada Raphael Rowe Foundation dan Second Chance Foundation yang telah memberikan perhatian besar bagi peningkatan keterampilan WBP melalui program pelatihan yang intensif dan berdampak positif.

Founder Raphael Rowe Foundation kemudian memberikan sambutan yang berisi apresiasi tinggi terhadap keberhasilan Lapas Mojokerto dalam menjalankan program. Ia menekankan pentingnya kesempatan kedua bagi para WBP untuk dapat memperbaiki diri dan kembali diterima di masyarakat.

Dilanjutkan dengan sambutan dari Founder Second Chance Foundation, Evy Amir Syamsudin, yang menyampaikan kebanggaannya terhadap semangat para peserta pelatihan. Ia menegaskan bahwa program pelatihan ini bukan sekadar kegiatan, tetapi investasi masa depan bagi para WBP.

Memasuki agenda inti, dilakukan prosesi penutupan program pelatihan yang telah berlangsung selama beberapa waktu. Penutupan ini menjadi simbol keberhasilan pembinaan dan implementasi berbagai keterampilan baru bagi para peserta.

Sebagai bentuk apresiasi, dilakukan penyerahan simbolis sertifikat pelatihan kepada para WBP. Selain itu, tamu undangan juga menerima cinderamata serta lukisan hasil karya WBP yang menjadi bukti nyata peningkatan kreativitas selama program berlangsung.

Suasana acara semakin hangat saat panitia memberikan surprise ulang tahun kepada Kalapas Mojokerto yang genap berusia 37 tahun. Momen ini menghadirkan keharuan dan kebersamaan bagi seluruh peserta kegiatan.

Usai rangkaian acara inti, para tamu undangan diajak untuk melihat secara langsung hasil program pelatihan. Mereka meninjau berbagai produk karya WBP yang telah dihasilkan melalui pembinaan keterampilan sebelumnya.

Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan pengecekan detail terhadap beberapa fasilitas yang digunakan selama program berjalan. Hal ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan kualitas dan standar pelatihan di masa mendatang.

Pada kesempatan tersebut, seluruh tamu undangan memberikan apresiasi tinggi terhadap hasil program pelatihan. Mereka menilai bahwa WBP Lapas Mojokerto telah menunjukkan perkembangan signifikan baik dari sisi keterampilan maupun sikap.

Setelahnya, rombongan melakukan keliling area Lapas Mojokerto untuk melihat kondisi lingkungan, sarana, dan prasarana pembinaan yang tersedia. Kunjungan ini juga menjadi ajang evaluasi langsung bagi kedua lembaga mitra.

Perjalanan berlanjut dengan peninjauan Bimbingan Kerja (Bimker) yang menampilkan berbagai kegiatan produktif WBP. Keduanya melihat langsung proses kerja dan hasil produksi yang menjadi bagian dari pembinaan kemandirian.

Sebagai penutup, para tamu diajak melihat program pembinaan lainnya yang juga menjadi kebanggaan Lapas Mojokerto. Kegiatan ini semakin menguatkan keyakinan bahwa pembinaan yang baik mampu memberikan perubahan positif bagi warga binaan.

Pos terkait