Kota Bandung Jadi Model Nasional, Menko Muhaimin Iskandar Tegaskan Standarisasi Pelatihan UMKM

Sabtu, 21 Jun 2025 20:56 WIB
Kota Bandung Jadi Model Nasional, Menko Muhaimin Iskandar Tegaskan Standarisasi Pelatihan UMKM

Brilian•BANDUNG — Kota Bandung resmi menjadi model nasional dalam penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia. Hal itu ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar, saat meninjau langsung pelaksanaan program Perintis Berdaya di Jalan Braga, Kota Bandung, Sabtu (21/6/2025).

“Saya nyatakan dari Bandung bahwa semua pelatihan UMKM yang dilakukan kementerian harus mengikuti standar yang teruji. Tidak boleh lagi asal-asalan. Prosesnya harus terintegrasi: dari pelatihan, pendampingan, sampai kemandirian. Tidak boleh jadi proyek instan,” tegas Muhaimin.

Menurutnya, seluruh kementerian dan pemerintah daerah harus aktif menjembatani pelaku UMKM dengan sumber daya yang bisa memperkuat mereka, mulai dari investor hingga akses pasar. Muhaimin menekankan, program tanpa dampak nyata tak lagi relevan dalam kondisi ekonomi saat ini.

Bacaan Lainnya

“Kita tidak bisa lagi bergantung pada negara lain. Untuk mandiri, kita butuh UMKM yang kuat. Karena itu, seluruh pelatihan harus produktif dan berdampak,” tambahnya.

Senada dengan Muhaimin, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Leontinus Alpha Edison, menyebut program Perintis Berdaya sebagai langkah konkret menjawab kebutuhan pelaku usaha kecil dan menengah.

“Dari lebih 1.700 pelaku usaha yang mendaftar, kita seleksi 65 pelaku UKM dan koperasi. Fokusnya bukan hanya pelatihan, tetapi juga pendampingan, inkubasi, dan mentoring langsung oleh praktisi. Ini model yang akan kami replikasi secara nasional,” jelas Leontinus.

Ia juga memaparkan sejumlah tantangan di lapangan, seperti minimnya digitalisasi UMKM, keterbatasan akses pembiayaan, dan rendahnya pemanfaatan teknologi produksi.

“Dari data kami, 60 persen pelaku usaha masih memproduksi secara manual. PR digitalisasi masih sangat besar,” ungkapnya.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut baik kepercayaan pusat menjadikan Kota Bandung sebagai lokasi percontohan program nasional ini. Menurutnya, Bandung memiliki ekosistem yang sangat mendukung untuk pengembangan UMKM berbasis inovasi.

“Bandung punya segalanya: infrastruktur, komunitas kreatif, ekosistem wirausaha. Program seperti Perintis Berdaya sangat cocok dengan semangat Kota Bandung sebagai creative hub nasional,” ujar Farhan.

Farhan juga mengapresiasi dipilihnya kawasan Braga sebagai lokasi showcase produk UMKM. Menurutnya, Braga menjadi simbol kolaborasi antara ekonomi kreatif, budaya, dan kewirausahaan di Kota Bandung.

Sebagai informasi, Perintis Berdaya merupakan ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI. Program ini mengusung pendekatan terintegrasi pengentasan kemiskinan melalui penguatan ekonomi rakyat berbasis empat pilar utama, yaitu:

1️⃣ Berdaya Bersama — penguatan kapasitas melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.
2️⃣ Berdaya Berusaha — pengembangan kewirausahaan agar UMKM naik kelas.
3️⃣ Berdaya Finansial — perluasan akses keuangan bagi pelaku usaha kecil.
4️⃣ Berdaya Global — membuka akses pasar internasional serta melindungi pekerja migran Indonesia.

Melalui program ini, pemerintah berharap tercipta ekosistem pemberdayaan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan produktif.

 

Pos terkait