Brilian°Probolinggo – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Probolinggo menegaskan komitmennya untuk mengawal pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pada masa bakti 2024–2029. Komitmen tersebut tercermin dari susunan keanggotaan Komisi III yang membidangi pembangunan dan kesejahteraan rakyat (kesra), sebagaimana terpampang di lingkungan Gedung DPRD Kota Probolinggo.
Komisi III dipimpin oleh Muchlas Kurniawan, S.H., M.H. sebagai Ketua, didampingi Nunung Moh Toha sebagai Wakil Ketua dan Heri Poniman sebagai Sekretaris. Kepemimpinan ini dinilai merepresentasikan keseimbangan lintas partai politik yang diharapkan mampu memperkuat fungsi pengawasan dan legislasi, khususnya pada sektor-sektor strategis yang bersentuhan langsung dengan kepentingan publik.
Selain unsur pimpinan, Komisi III juga diperkuat oleh anggota dari berbagai fraksi, yakni H. Abdus Syukur, S.T., Eko Purwanto, S.A.P., Saiful Iman, S.H., Imam Hanafi, Dasno, dan Robit Riyanto. Komposisi ini mencerminkan keberagaman latar belakang dan pengalaman, yang menjadi modal penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.
Bidang tugas Komisi III meliputi pembangunan infrastruktur, perumahan dan permukiman, serta sektor kesejahteraan rakyat seperti pendidikan, kesehatan, dan sosial. Dengan ruang lingkup tersebut, Komisi III memiliki peran strategis sebagai jembatan aspirasi masyarakat kepada pemerintah daerah, sekaligus sebagai pengawas agar setiap program berjalan tepat sasaran, efektif, dan akuntabel.
Keberadaan struktur yang jelas dan terbuka ini juga dipandang sebagai bentuk transparansi lembaga legislatif kepada publik. Masyarakat dapat mengetahui siapa saja wakil rakyat yang bertanggung jawab mengawal isu pembangunan dan kesra, sehingga partisipasi publik dalam pengawasan kebijakan dapat semakin diperkuat.
Melalui kerja kolektif lintas fraksi, Komisi III DPRD Kota Probolinggo diharapkan mampu menghadirkan kinerja yang responsif dan berdampak nyata. Harapannya sederhana namun krusial: pembangunan tidak sekadar berjalan, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, sejalan dengan semangat pelayanan publik dan amanat demokrasi.
Pitric Ferdianto





