CILEGON — Kebakaran yang mendadak melanda KMP Batumandi di perairan Merak memicu desakan serius dari parlemen. Komisi VII DPR RI meminta seluruh pemangku kepentingan menjadikan musibah ini sebagai momentum strategis guna menaikkan standar keselamatan pelayaran di tanah air.
Insiden menegangkan ini bermula ketika kapal melaju dari Pelabuhan Bakauheni menuju Cilegon. Menjelang proses sandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak pukul 16.15 WIB, petugas di darat mendapati kemunculan percikan api di bagian buritan dek atas kendaraan kecil.
Anggota Komisi VII DPR, Bambang Haryo Soekartono, menilai kesigapan di lapangan patut diacungi jempol, termasuk bantuan nyata dari para nelayan lokal. Menurutnya, koordinasi erat antara warga dan petugas menjadi kunci penyelamatan yang efektif di tengah laut.
Kendati demikian, Bambang melayangkan peringatan keras agar pemerintah tidak sembarangan memotong anggaran lembaga evakuasi. Ia menegaskan bahwa Basarnas serta aparat keamanan perairan membutuhkan pendanaan memadai demi mengoptimalkan misi kemanusiaan.
“Anggarannya harus cukup agar mereka bisa menyelamatkan nyawa masyarakat secara maksimal,” ujar Bambang di Merak.
Sorotan tajam turut datang dari Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menyusul rentetan kecelakaan transportasi air yang terus berulang. Anggota Ombudsman RI, Robert Na Endi Jaweng, membeberkan bahwa lembaganya mencatat ada lebih dari 22 insiden kapal penumpang dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Berdasarkan temuan ORI, mayoritas musibah tersebut berpangkal pada minimnya kepatuhan terhadap aturan kelayakan berlayar. Selain itu, Ombudsman juga menemukan banyak pelanggaran terkait pencatatan manifes penumpang serta longgarnya prosedur pemeriksaan sebelum kapal merapat atau berangkat.





