Brilian°Gresik– Driyorejo menjadi salah satu wilayah industri di wilayah Gresik selatan. Hampir setiap hari mobilitas pegawai dari semua perusahaan yang berada di wilayah Driyorejo selalu penuh sesak di jalan raya, terlebih di saat jam pulang dan masuk perusahaan.
Banyaknya kebutuhan perusahaan akan proses produksi, mengharuskan perusahaan merekrut tenaga kerja untuk produksi. Hingga tak jarang Memaksa beberapa perusahaan mengambil tenaga dari luar daerah.
Tak sedikit pegawai yang kerja di wilayah Driyorejo, Berdomisili dari luar kota. Salah satunya dari kabupaten Sidoarjo wilayah utara, yang hanya berbatasan dengan sungai kalimas dengan Driyorejo Gresik.
Karena alasan jalan raya padat pada jam kerja, dan untuk mempersingkat waktu, tak sedikit para pekerja dari sidoarjo lebih memilih untuk menggunakan jalur alternatif. Dengan menyebrangi sungai menggunakan jasa perahu kecil (tambangan) untuk menghemat waktu.
Akan tetapi banyak pengguna jasa “tambangan” daerah Driyorejo harus putar balik, karena pengelolah menutup layanan jasa tersebut.
Penutupan serentak bukan hal kebetulan. Akan tetapi atas himbauan dari kades Driyorejo, mengantisipasi adanya hal – hal yang tidak di inginkan, mengingat air sungai kalimas terus meninggi.
“Ya, kita paksa untuk tutup, sebagai efek jerah. Karena waktu air sungai meluap kemarin sudah saya instruksikan untuk tidak beroperasi. Tapi masih ada saja yang tidak taat. Makanya saya kirimkan surat edaran tutup sementara, hingga situasi sudah dianggap aman.” Ujar Choirul Mahmud. Selasa(28/2/2023).
Kades Driyorejo, juga sempat memanggil semua pemilik jasa tambangan ke balai desa. Dan di berikan pemahaman dan berkomunikasi secara langsung, terkait antisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

“Selain saya surati, mereka juga saya panggil ke balai desa. Dan saya wanti – wanti, keselamatan adalah unsur utama.” Tutup nya
Hingga saat ini tambangan terdekat yang masih beroperasi, di sekitar tambangan di wilayah Driyorejo yang ditutup oleh Kades, adalah tambangan bergambar Dishub. Yang berlokasi di desa Cangkir Driyorejo.
Ditemui di lokasi tersebut, petugas Dishub juga sedang melakukan sidak. Setelah banyak mendapat informasi dari masyarakat. Irfak (Kabid Angkutan) , juga turut langsung turun ke lapangan.
” Kita lakukan sidak, karena menerima informasi dari masyarakat. Dan saya nilai, ketinggian air masih cukup aman untuk tetap melaksanakan kegiatan seperti biasanya.” Tegas Irfak, S.E.,MM





