HJKB ke-215, Pemkot Bandung Gelar Nikah Massal dan Gebyar Pelayanan Publik Terpadu

Jumat, 26 Sep 2025 22:13 WIB
HJKB ke-215, Pemkot Bandung Gelar Nikah Massal dan Gebyar Pelayanan Publik Terpadu

Brilian•BANDUNG – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-215 Kota Bandung, Pemerintah Kota Bandung menggelar kegiatan Nikah Massal dan Gebyar Pelayanan Publik Terpadu 2025 di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung, Jumat (26/9/2025). Acara ini menjadi wujud nyata kepedulian Pemkot Bandung terhadap masyarakat, khususnya dalam membangun keluarga yang sah, kuat, dan berkeadilan, sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang mudah diakses dan berkualitas.

Sebanyak 10 pasangan pengantin mengikuti prosesi Nikah Massal dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan lembaga sosial. Tak hanya itu, pasangan juga mendapat fasilitas kamar hotel untuk berbulan madu dari mitra pelaku usaha, Riung Priangan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata memperkuat fondasi sosial masyarakat. “Para pasangan yang menikah hari ini bukan hanya membangun keluarga kecil yang harmonis, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan besar untuk membangun Kota Bandung yang lebih baik,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Acara ini juga menjadi momen peluncuran Gebyar Pelayanan Publik Terpadu 2025 yang menghadirkan berbagai layanan penting dalam satu tempat. Mulai dari administrasi kependudukan, layanan kesehatan, UMKM, ketenagakerjaan, hingga konsultasi hukum dan pendampingan sosial tersedia secara mudah bagi masyarakat. “Ini adalah bukti bahwa pemerintah hadir dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Kami ingin pelayanan publik di Kota Bandung selalu mengedepankan prinsip: unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis,” tambah Farhan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, yang memberikan khotbah nikah menekankan bahwa pernikahan adalah amanah dan ibadah panjang yang membawa berkah. “Pernikahan adalah tugas mulia dari Allah. Di dalamnya ada banyak pahala dan kebahagiaan, itulah mengapa pernikahan yang sah dibenci setan. Maka mari jalani dengan kesungguhan untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah,” tuturnya.

Salah satu pasangan pengantin, Rina dan Ramdani, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan ini. “Kami tidak sangka bisa menikah dengan bantuan program ini. Alhamdulillah, sekarang kami sah sebagai suami istri dan siap membangun keluarga yang lebih baik,” kata Rina dengan haru.**

Pos terkait