Probolinggo | Brilian-news.id,-Dengan prediksi kenaikan harga kebutuhan pangan nasional di Indonesia, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah memerintahkan seluruh elemen untuk melakukan, penanaman tumbuh-tumbuhan produktif guna menetralisir pengeluaran.
Namun mirisnya kali ini kabupaten Probolinggo dihebohkan dengan adanya, dugaan warga desa Ranuagung kecamatan Tiris melakukan perusakan ribuan tanaman produktif.
Menurut keterangan dari Supia selaku pemilik lahan, perusakan tersebut berlangsung selama dua hari, dan tanaman yang dirusak, 150 pohon kopi produktif (hasil sambung pucuk). 2 pohon Durian produktif (hasil sambung pucuk). 3 pohon alpukat produktif (hasil sambung pucuk). 4000 pohon kapulaga produktif dan 80 pohon pisang produktif.
Menurut keterangan dari beberapa saksi, saat terjadinya perusakan tersebut, tidak ada pemerintah desa Ranuagung yang melarang ataupun mengingatkan tersangka kalau itu bukanlah miliknya.
Dengan adanya kejadian tersebut, Supiah selaku pemilik lahan meminta pendampingan kepada Budi Harianto selaku ketua pro jamin yang tergabung di komunitas PAKOPAK.
Dengan jumlah yang diperkirakan puluhan juta Supiah, Budi Harianto melayangkan surat pengaduan ke Polres Kabupaten Probolinggo.
Budi menjelaskan, “ini bukan hanya sekedar perusakan, saya merasa pelaku tidak menghargai instruksi yang di berikan Presiden Indonesia. Semua jajaran TNI, POLRI dan Pemerintah berbondong-bondong untuk melakukan penanaman. Malah ada kejadian seperti ini, tidak ada pemerintah desa yang melarangnya”, tutup Budi dengan penuh kekecewaan.
Dengan penuh harapan, keluarga besar Supiah kepada Polres Kabupaten Probolinggo, kejadian tersebut agar segera turun untuk menindaklanjuti dengan serius agar tidak terjadi perusakan yang lebih luas lagi.





