TNI Pelaku Tabrak Lari di Nagreg Ubah Warna Mobil
Brilian°Bandung – Kolonel P bersama dengan Kopda DA dan Kopda A telah berupaya menghilangkan barang bukti usai melakukan tabrak lari terhadap sejoli bernama Handi Saputra dan Salsabila. Kejadian itu terjadi di Covid, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Danpuspomad Letjen TNI Chandra Sukotjo mengatakan, salah satu barang bukti yang dihilangkan terduga pelaku yakni dengan mengecat ulang warna mobil dari hitam menjadi abu-abu.
“(Mobil beda warna) Karena ada upaya mengganti warna. (Dilakukan) Tepatnya harus saya cek ya. Namun setelah mereka kembali sampai di Sleman,” kata Chandra saat dihubungi media ini, Kamis (6/1).
Ia menjelaskan, apa yang dilakukan oleh para terduga pelaku tersebut sebagai upaya untuk melepas tanggung jawabnya usai melakukan tabrak lari terhadap sejoli.
“Dari hasil pemeriksaan, maka secara umum dapat dilihat bahwa apa yang dilakukan mereka, apa yang menjadi motif yaitu upaya mereka melepas tanggungjawab atau pun melakukan tindakan menghilangkan bukti-bukti yang menghubungkan tersangka dengan Laka lantas. Namun, ini berkembang jadi pidana yang di luar perikemanusiaan,” jelasnya.
Ada Upaya Menghindar
Selain itu, para terduga pelaku sempat menyangkal pada pemeriksaan awal jika mereka terlibat dalam kejadian tersebut. Namun, berdasarkan bukti-bukti yang didapat membuat mereka mengakui perbuatannya.
“Dalam pemeriksaan, pimpinan TNI AD juga memerintahkan pemeriksaan kesehatan jiwa dan psikologi, ini juga jadi bahan evaluasi organisasi AD untuk mengantisipasi di masa depan,” tutupnya.
Hilang Usai Ditabrak
Sebelumnya, diketahui jika Handi dan Salsabila turut terlibat kecelakaan, namun usai kecelakaan, keduanya dinyatakan hilang tanpa diketahui kondisinya masih hidup atau meninggal dunia karena dibawa sebuah mobil.
Sepasang kekasih itu diduga terlibat kecelakaan saat tengah mengendarai kendaraan di jalan Nasional menuju arah Bandung pada Rabu (8/12) sekitar pukul 15.30. Keduanya mengalami kecelakaan di daerah pandai karena tertabrak minibus warna hitam dari arah bandung.
Video kecelakaan yang melibatkan pasangan kekasih itu saat ini menyebar di media sosial. Dalam video nampak pengemudi mobil memasukan korban ke dalam mobil. Namun hingga saat ini, kedua korban belum ditemukan.
Orang tua Handi, Entes Hidayatulah mengaku sudah mencari anaknya ke sejumlah rumah sakit di Jawa Barat. Namun hingga Senin (13/12), ia belum bisa menemukan anaknya.
Entes mengungkapkan bahwa saat anaknya terlibat kecelakaan ia tidak mengetahui pasti bagaimana kronologi lengkapnya. ”Tapi pas tahu kecelakaan, saya pulang. Saya cari ke rumah sakit di mana-mana, puskesmas juga sudah dicari di mana-mana tidak ada,” jelasnya pada awak media.
Ia menyebut bahwa anaknya tidak membawa ponsel saat kejadian kecelakaan. Namun dari keterangan warga yang ada di sekitar lokasi, Entes menyebut bahwa anaknya bersama kekasihnya dibawa langsung oleh pengemudi mobil yang diduga menabrak.





