Hari Bhakti Postel ke-80: Gedung Bersejarah Pos Indonesia Jadi Saksi Perjuangan AMPTT

Kamis, 4 Sep 2025 10:51 WIB
Hari Bhakti Postel ke-80: Gedung Bersejarah Pos Indonesia Jadi Saksi Perjuangan AMPTT

Brilian•BANDUNG – Menjelang peringatan Hari Bhakti Postel ke-80 pada 27 September 2025, publik kembali diingatkan pada peristiwa heroik di Bandung. Tepatnya di Kantor Pusat Pos Indonesia, Jalan Cilaki No. 73, sebuah gedung megah yang berdiri sejak 1920 dan kini difungsikan juga sebagai Museum Pos Indonesia.

Gedung bersejarah ini menjadi saksi perjuangan Angkatan Muda Pos, Telegraf, dan Telepon (AMPTT) pada 27 September 1945. Saat itu, para pemuda PTT yang dimotori Soetoko, Slamet Soemari, hingga Mas Soeharto dan R. Dijar berhasil merebut kantor pusat dari tangan Jepang. Bendera Merah Putih pun dikibarkan dengan penuh kebanggaan, menandai dimulainya kendali bangsa sendiri atas layanan pos dan telekomunikasi.

Corporate Secretary Pos Indonesia, Tata Sugiarta, menegaskan pentingnya menjaga ingatan sejarah itu. “Sudah sepantasnya kita merawat gedung bersejarah ini, sekaligus menjadikannya wahana bagi insan Pos Indonesia untuk terus berkarya bakti bagi negeri,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Perjuangan AMPTT juga diabadikan melalui Tugu Pahlawan PTT yang berdiri di halaman depan kantor. Sementara di dalam gedung, Museum Pos Indonesia menyimpan koleksi prangko dari berbagai negara, peralatan pos kuno, hingga diorama perjalanan panjang layanan pos di tanah air. Museum ini pertama kali berdiri pada 1931 dan dihidupkan kembali pada Hari Bhakti Postel ke-38 tahun 1983.

Peringatan tahun ini menjadi momen penting untuk kembali menegaskan peran vital Pos Indonesia dalam membangun konektivitas bangsa. Dari gedung bersejarah inilah, semangat AMPTT diwariskan agar generasi sekarang tetap menghargai arti perjuangan dan kemandirian bangsa.**

Pos terkait