Galian Pipa Berbahaya dan PL ke CV Luar Kota Disorot, Pekerja Diduga Bukan dari CV Arfa Nevada

Kamis, 6 Nov 2025 19:52 WIB
Galian Pipa Berbahaya dan PL ke CV Luar Kota Disorot, Pekerja Diduga Bukan dari CV Arfa Nevada

Probolinggo°Brilian-news.id,— Sorotan terhadap proyek pemasangan jaringan pipa di Kota Probolinggo semakin tajam setelah ditemukan sejumlah kejanggalan baik dari aspek teknis maupun pelaksanaan di lapangan. Galian pipa yang terlihat sangat mepet dengan bahu jalan dinilai membahayakan pengendara, terutama karena minimnya rambu pengaman dan kedalaman galian yang dipertanyakan warga.

Proyek yang menggunakan skema penunjukan langsung (PL) ini sebelumnya juga dikritik karena dikerjakan oleh CV dari luar kota, yakni CV Arfa Nevada, bukan rekanan lokal yang sebenarnya memiliki kemampuan mengerjakan pekerjaan serupa.

Namun temuan terbaru semakin memperuncing dugaan ketidakwajaran pelaksanaan proyek tersebut. Berdasarkan pantauan di lapangan, pekerja yang melakukan penggalian tidak menunjukkan identitas sebagai tenaga dari CV Arfa Nevada, melainkan diduga kuat berasal dari pihak lain yang menjadi pelaksana lapangan. Indikasi ini memunculkan dugaan bahwa proyek tersebut disubkontrakkan, praktik yang sering kali melanggar ketentuan dalam pekerjaan PL.

Bacaan Lainnya

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Arfa Nevada belum memberikan penjelasan apakah pekerjaan tersebut dialihkan kepada pihak lain atau dilaksanakan sendiri sesuai ketentuan kontrak.

Dalam konfirmasi kepada pihak Dinas PUPR Kota Probolinggo, Kepala Dinas menyatakan bahwa proses PL dilakukan sesuai aturan.

“Semua penyedia memiliki kesempatan yang sama melaksanakan PL selama memenuhi persyaratan sesuai Perpres PBJ. Dan mayoritas PL juga sudah dikerjakan rekanan lokal,” ujarnya melalui pesan singkat.

Namun Dinas PUPR belum memberikan tanggapan terkait dugaan pelaksanaan pekerjaan oleh pihak lain di luar kontraktor resmi. Publik mempertanyakan mekanisme pengawasan dinas, terlebih karena penggalian dilakukan sangat dekat dengan bahu jalan dan berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan.

Selain itu, belum ada klarifikasi resmi mengenai apakah kontraktor diperbolehkan menyerahkan pekerjaan kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis dari pengguna anggaran.

Sejumlah warga berharap adanya pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaksanaan proyek ini, baik terkait aspek keselamatan, penunjukan penyedia, maupun dugaan subkontrak yang tidak sesuai ketentuan.

 

Tim-Redaksi

Pos terkait