Brilian°Surabaya – Sungguh malang nasib yang dialami oleh AK warga Kapas Madya. Pasalnya, hanya dalam kurun waktu dua bulan dirinya ditangkap oleh petugas kepolisian Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, kini nyawanya harus tiada.
Bahkan dalam kematian AK banyak hal yang menjanggal. Pasalnya, ditemukan sejumlah luka dan lebam di sekujur tubuhnya, bahkan terlihat luka menganga di kepala hingga mengakibatkan darah segar mengalir deras.
Tentunya mendapati luka yang disinyalir tidak wajar tersebut, sontak membuat SH selaku istri KB tidak terima atas kematian suaminya ini, bahkan dirinya merasa dibohongi oleh pihak kepolisian dan rumah sakit yang menjelaskan bahwa kematian suaminya diakibatkan oleh penyakit asma.
“Saya tau bahwasanya suami saya bersalah, yakni menjadi kurir narkoba, bahkan saya rela saat suami ditahan, tapi anehnya kenapa selama ini saya tidak boleh menjenguk dengan alasan covid, dan kemarin usai idul Fitri hanya bisa melakukan panggilan video call, lalu tiba tiba saya dikabari bahwa suami saya sudah meninggal dunia,” urai SH (28/4) saat ditanya oleh beberapa awak media di rumahnya.
Bahkan dirinya merasa tidak terima dengan kematian suaminya yang sangat tidak wajar ini, hingga SH berinisiatif untuk melaporkan kejadian ini kepada Propam Mapolda Jatim agar mengusut tuntas dalam kasus ini.
Sementara itu, dalam kesempatan yang lain, awak media mencoba menghubungi AKBP Herlina selaku Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, namun sayang jawaban yang didapat hanya sangat singkat yakni, sudah konfirmasi salah satu rekan media online, dan enggan memberikan keterangan yang lain.
Sampai berita ini diturunkan, kabar terbaru menyebutkan bahwasanya pihak keluarga membuat laporan di Mapolda Jatim, dan jenasah diantar ke rumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi.





