Brilian°Probolinggo –
DPRD Kota Probolinggo menegaskan dukungannya terhadap penguatan sektor UMKM menyusul penyaluran bantuan peralatan stimulus pengembangan usaha kepada 319 pelaku UMKM oleh Pemerintah Kota Probolinggo. Komisi I DPRD menilai kebijakan tersebut merupakan langkah strategis pemerintah kota dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung di Rumah Batik Probolinggo, Jalan Mastrip 159, Selasa (9/12), dan dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp.OG (K)., M.Kes., bersama jajaran pemerintah kota. Ketua Komisi I DPRD Kota Probolinggo, Isah Junaidah, S.E., hadir langsung untuk memastikan program ini berjalan tepat sasaran.
Dalam keterangannya, Isah Junaidah menegaskan bahwa DPRD memandang sektor UMKM sebagai instrumen penting untuk meningkatkan ekonomi keluarga dan membuka lapangan kerja baru. Karena itu, DPRD mengapresiasi peningkatan nilai dan jangkauan bantuan tahun ini.
“Bantuan ini harus menjadi pemicu agar UMKM lebih produktif, lebih maju, dan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat Kota Probolinggo. DPRD mendukung penuh penguatan kapasitas UMKM sebagai bagian dari pembangunan ekonomi daerah,” tegasnya.
Isah menambahkan, DPRD mendorong agar evaluasi program dilakukan secara berkala untuk memastikan bantuan digunakan sesuai peruntukan dan memberikan manfaat nyata bagi penerima. Menurutnya, pengawasan dan pendampingan harus berjalan paralel dengan penyaluran bantuan.
“Tidak cukup hanya memberikan peralatan. Pemerintah perlu memastikan ada pembinaan berkelanjutan agar pelaku usaha dapat bertumbuh, bukan sekadar menerima bantuan,” ujarnya.
Kepala DKUP Kota Probolinggo, Slamet Swantoro, SP., menyampaikan bahwa jumlah penerima bantuan tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya 28 pelaku usaha. Tahun ini bantuan senilai Rp 759 juta disalurkan dalam dua tahap: tahap pertama untuk 177 pelaku usaha dan tahap kedua untuk 142 penerima berikutnya.
Komisi I DPRD juga mencatat bahwa variasi bantuan yang diberikan—mulai dari peralatan tukang, mesin jahit, mesin obras, rombong UMKM, freezer box, hingga oven gas—mencerminkan kebutuhan riil pelaku usaha di lapangan. DPRD menilai pemetaan kebutuhan ini menjadi faktor penting dalam memastikan efektivitas program.
Salah satu penerima, Bagus Cahyono, pelaku usaha bengkel las, menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diterima dan berharap program serupa terus berlanjut untuk membantu UMKM bertahan dan berkembang.
Dengan keterlibatan aktif DPRD dalam pengawasan dan dukungan kebijakan, program stimulus UMKM ini diharapkan menjadi bagian dari pijakan ekonomi daerah menuju sektor usaha mikro yang lebih kuat dan mandiri di Kota Probolinggo.
Pitric Ferdianto





