MAKASSAR — Rencana pembangunan jalur kereta api dari Maros menuju Makassar New Port (MNP) menuai kritik dari DPR RI. Proyek jalur penumpang ke area MNP tersebut dinilai kurang tepat sasaran karena kawasan tersebut difungsikan sebagai pusat logistik dan barang.
Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono memperingatkan bahwa memaksakan jalur penumpang menuju kawasan pelabuhan MNP berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran negara. Menurutnya, konektivitas moda logistik seharusnya diprioritaskan dari pusat industri menuju pelabuhan.
“Pembangunan jalur penumpang ke MNP ini berpotensi buang-buang anggaran,” tegas Bambang Haryo saat meninjau infrastruktur kereta api di Sulawesi Selatan, Jumat.
Ketua Dewan Pembina Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) tersebut menyarankan agar pemerintah menghubungkan jalur kereta barang langsung dari Kawasan Industri Makassar (KIMA). Langkah ini dinilai jauh lebih efektif karena KIMA menampung sekitar 250 hingga 300 industri aktif.
Bambang mendorong adanya reevaluasi menyeluruh terhadap perencanaan rute-rute baru agar alokasi anggaran tepat guna. Ia memastikan pihak parlemen akan terus mengawal efisiensi dan percepatan pembangunan Trans-Sulawesi demi mendukung perekonomian daerah.





