SURABAYA – Layanan pemeriksaan medis tanpa biaya di Puskesmas Tambakrejo Surabaya diserbu puluhan ribu masyarakat. Tercatat sebanyak 27 ribu warga telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode Januari hingga pertengahan Oktober 2026.
Kepala Puskesmas Tambakrejo, drg. Yekti Hapsari, menjelaskan bahwa tingginya angka partisipasi masyarakat terwujud berkat strategi jemput bola. Pihaknya aktif menyisir Posyandu Keluarga, fasilitas pendidikan, hingga area publik.
“Selain Posyandu Keluarga, kami juga melakukan pemeriksaan ke sekolah, mulai dari TK, PAUD, SD, SMP, hingga SMA. Kami juga menjangkau tempat-tempat umum dan pusat perbelanjaan,” jelas Yekti pada Senin (19/10/2026).
Yekti memaparkan bahwa program ini berfokus pada deteksi dini di tingkat Posyandu. Jika ditemukan gejala penyakit yang membutuhkan penanganan lebih dalam, pasien langsung dirujuk ke puskesmas tanpa dikenakan biaya tambahan.
“Hal ini penting agar penyakit dapat dideteksi lebih dini sebelum berkembang menjadi lebih parah. Pemeriksaan tindak lanjut juga gratis, karena merupakan bagian dari tindak lanjut program Cek Kesehatan Gratis,” kata Yekti menambahkan.
Keberhasilan jangkauan program CKG ini mendapat perhatian khusus dari Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono. Saat meninjau lokasi di sela agenda reses, Bambang mengapresiasi kerja keras tenaga medis di lapangan.
“Jumlahnya sudah cukup banyak, mencapai 27 ribu orang, dengan pelaksanaan jemput bola ke Posyandu, sekolah, dan tempat-tempat lainnya. Ini merupakan hal yang bagus dan perlu terus dilaksanakan,” puji Bambang.
Bambang pun mengimbau warga agar tidak ragu memeriksakan diri karena fasilitas screening yang disediakan sangat menyeluruh. Pemeriksaan mencakup organ fisik hingga tes laboratorium dasar secara bebas biaya.
“Program ini harus dimanfaatkan agar penyakit, seperti diabetes, dapat diketahui sejak dini sebelum kondisinya menjadi parah. Dengan begitu, pengobatan bisa dilakukan lebih awal sehingga tidak terlalu berat,” ujar Bambang.





