Daftar 6 Perusahaan BUMN Punya Utang Segunung, Ada yang Rp500 Triliun

Kamis, 9 Des 2021 16:57 WIB
Daftar 6 Perusahaan BUMN Punya Utang Segunung, Ada yang Rp500 Triliun
Daftar 6 Perusahaan BUMN Punya Utang Segunung, Ada yang Rp500 Triliun

Brilian•Jakarta – Kinerja perusahaan BUMN kini menjadi sorotan. Sebab, beberapa perusahaan pelat merah tersebut memiliki utang menggunung. Kondisi pandemi Covid-19 ini memperparah kondisi utang perusahaan.

Beberapa waktu lalu, PT Garuda Indonesia (Persero) disebut memiliki utang yang mengakibatkan maskapai nasional itu melakukan efisiensi dengan mengurangi jumlah penerbangan hingga armada. Langkah terbaru adalah negosiasi kepada lessor dan kreditor.

Paling baru, ada Angkasa Pura I yang mengaku memiliki utang sebesar Rp28 triliun kepada kreditor dan investor. Ditambah beban kewajiban perusahaan senilai Rp4,7 triliun.

Ternyata tak hanya itu, ada beberapa perusahaan BUMN lain yang mempunyai banyak utang. Berikut ini sejumlah BUMN yang tercatat memiliki utang besar hingga saat ini:

PLN
PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) disebutkan terlilit utang hingga mencapai Rp500 triliun pada akhir 2019. Perusahaan pelat merah tersebut terbebani utang dalam jumlah super besar lantaran sibuk mencari pinjaman untuk membiayai proyek kelistrikan 35 ribu megawatt (MW).

Pada pertengahan tahun 2021, disebutka PLN juga berhasil menurunkan jumlah interest bearing debt atau rasio utang kena bunga menjadi sebesar Rp452,4 triliun, turun dibandingkan 2019. Pencapaian ini ditopang aksi korporasi PLN berupa pelunasan pinjaman sebelum jatuh tempo sekitar Rp 30 triliun segera setelah diperoleh kompensasi.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo angkat bicara terkait strategi restrukturisasi utang perusahaan. Sejauh ini, ia menyebut pengelolaan utang telah dilakukan dengan baik.

Darmawan menyebutkan tingkat utang PLN telah turun sebesar Rp50 triliun. Selanjutnya, utang yang telah jatuh tempo akan dilakukan refinancing. “Utang yang dalam jatuh tempo akan kita lakukan refinancing. Investasi kedepannya (akan dilakukan) IRR (Internal Rate of Return) yang baik,” katanya kepada wartawan, Senin (6/12).

“Jadi lebih besar IRR daripada cost of fund. Kita efisiensi sehingga nanti kondisi keuangan PLN bisa lebih baik,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Darmo itu mengatakan saat ini pihaknya masih akan memetakan rencana tersebut, namun strategi yang akan diambil sudah jelas. “Dalam meningkatkan financial reability harus dikelola dengan baik, revenue ditingkstkan dan cost diturunkan,” katanya.

Garuda Indonesia
Maskapai nasional Garuda Indonesia tengah berada dalam kondisi kritis. Perseroan diketahui memiliki utang mencapai Rp70 triliun atau sekitar USD 4,5 miliar. Restrukturisasi menjadi pilihan untuk menyelamatkan BUMN ini.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir membeberkan kondisi Garuda Indonesia yang merugi saat ini.

Hingga September 2021, diketahui maspakai plat merah tersebut terlilit utang hingga USD 9,78 miliar. Jika disetarakan dengan mata uang Rupiah, kata utang Garuda Indonesia mencapai sekitar Rp140 triliun.

Menteri Erick mengungkapkan, kerugian perusahaan penerbangan pelat merah ini akibat bisnis model yang salah urus. Di mana ini terus berlanjut berpuluh-puluh tahun hingga puncaknya meledak saat pandemi Covid-19 di awal 2020.

“Sejak awal Garuda bisnis modelnya sudah salah dan ini sudah berlanjut puluhan tahun,” kata Menteri Erick dalam acara Kick Andy Double Check, Minggu (14/11) malam.

Menteri Erick mengatakan, selama ini Garuda terlalu dimanja karena memiliki domestik market yang sangat kuat. Kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan oleh oknum di tubuh Garuda Indonesia, dengan pemikiran terbang atau membuka rute keluar negeri.

Pada akhirnya jumlah pesawat yang dimiliki Garuda Indonesia kini beragam jenis. Dan di buatlah sekenario bahwa jika ingin terbang ke suatu negara harus menggunakan pesawat jenis A atau B. Dengan banyaknya jenis pesawat. Sehingga membuat sewaan pesawat Garuda paling banyak di dunia jumlahnya dalam satu airline industry.

“Pada akhirnya juga kita paling mahal sewa pesawat di Dunia 28 persen yang rata-rata dunia itu 6 persen daripada pos operasional,” jelasnya mengakhiri perbincangan bersama awak media ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *