BPBD Bandung Ingatkan Risiko Kebakaran Permukiman dan Kekeringan saat Kemarau

Senin, 16 Mar 2026 14:58 WIB
BPBD Bandung Ingatkan Risiko Kebakaran Permukiman dan Kekeringan saat Kemarau

Brilian•BANDUNG – Memasuki musim kemarau, masyarakat Kota Bandung diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah potensi risiko, terutama kebakaran permukiman dan kekeringan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengatakan Kota Bandung relatif aman dari potensi kebakaran hutan dan lahan berskala besar.

Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah daerah lain di Indonesia yang memiliki kawasan hutan luas dan kerap menghadapi risiko kebakaran saat musim kemarau.

“Kalau berbicara potensi bencana di musim kemarau di beberapa daerah seperti Kalimantan biasanya terjadi kebakaran hutan. Namun di Kota Bandung relatif tidak ada karena kita tidak memiliki kawasan hutan yang luas,” kata Didi saat dikonfirmasi, Senin 16 Maret 2026.

Meski demikian, Didi mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran di lingkungan permukiman.

Ia menjelaskan, kebakaran di kawasan permukiman memang tidak masuk kategori bencana dalam regulasi kebencanaan. Namun, risikonya tetap harus diantisipasi karena dapat menimbulkan kerugian besar bagi warga.

Selain kebakaran, potensi lain yang perlu diwaspadai selama musim kemarau adalah kekeringan.

Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap ketersediaan air bersih, terutama apabila musim kemarau berlangsung cukup panjang.

Didi mengimbau masyarakat mulai melakukan langkah antisipasi sederhana, salah satunya dengan menghemat penggunaan air dalam aktivitas sehari-hari.

“Yang paling penting adalah masyarakat bisa menghemat penggunaan air. Jangan sampai penggunaan air berlebihan apalagi jika musim kemarau berlangsung cukup lama,” ujarnya.

Di sisi lain, BPBD Kota Bandung juga menyoroti pentingnya kedisiplinan warga dalam mencegah kebakaran rumah.

Menurut Didi, instalasi listrik yang tidak aman dan penggunaan colokan listrik secara berlebihan menjadi salah satu pemicu kebakaran yang sering terjadi di permukiman.

Selain itu, aktivitas memasak juga perlu mendapat perhatian khusus.

Ia menyebut, banyak kasus kebakaran terjadi akibat kelalaian, misalnya ketika seseorang meninggalkan dapur saat kompor masih menyala.

“Sering kali ketika sedang memasak, orang justru meninggalkan dapur, misalnya karena menonton televisi atau bermain ponsel. Hal-hal seperti ini yang sering memicu kebakaran,” katanya.

Didi menjelaskan, dalam kajian kebencanaan, musim kemarau termasuk kategori hidrometeorologi kering.

Kondisi tersebut berbeda dengan musim hujan yang masuk kategori hidrometeorologi basah.

Pada kondisi tertentu, vegetasi kering seperti ilalang juga dapat memicu kebakaran apabila terkena percikan api kecil.

Meski risiko tersebut dinilai relatif kecil di Kota Bandung, Didi tetap mengingatkan warga di wilayah yang masih memiliki area hijau atau vegetasi kering agar meningkatkan kewaspadaan.

“Tapi tetap perlu di antisipasi, apalagi wilayah yang masih memiliki area hijau atau vegetasi kering di bagian atas kota agar tetap meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau,” tuturnya.**

Pos terkait