Probolinggo | Brilian-news.id,-Rabu 12 Juni 2024, Kecamatan Tongas kabupaten Probolinggo melaksanakan pelatihan teknis SDGS desa.
SDGS merupakan singkatan dari Suistainable Development Goals yang dalam bahasa Indonesia-nya adalah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. SDGS adalah serangkaian 17 tujuan yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di tingkat global.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan membimbing seluruh aparat desa khususnya kepala desa, sekretaris dan bendahara, guna mencapai pembangunan berkelanjutan di tingkat global.
Kegiatan yang di bimbing langsung oleh pelaksana SDGs desa telah dihadiri seluruh kepala desa wilayah kecamatan Tongas juga dampingi langsung oleh bapak Camat Rochmad Widiarto, S.stp.
Acara dibuka dengan sambutan dari Camat Tongas. Rochmad Widiarto, S.stp, yang menyampaikan pentingnya SDGs dalam upaya pembangunan desa yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa data yang akurat adalah kunci untuk membuat keputusan yang tepat dalam pembangunan desa.
“Pendataan yang tepat dan akurat adalah fondasi dari perencanaan pembangunan yang efektif. Dengan mengikuti Bimtek ini, saya berharap para perangkat desa dapat memahami betul bagaimana melakukan pendataan SDGs dengan baik,” ujar Camat Tongas. Rochmad Widiarto.
Selama Bimtek, para peserta diberikan materi mengenai 17 tujuan SDGs, metode pendataan, dan teknik analisis data. Narasumber yang diundang adalah para ahli dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo serta akademisi dari Universitas Probolinggo.
Beberapa poin penting yang dibahas dalam Bimtek meliputi:
1. Pendataan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial : Cara mengidentifikasi dan mengukur tingkat kemiskinan serta kesejahteraan sosial di desa.
2.Kesehatan dan Pendidikan : Pendataan terkait akses layanan kesehatan dan pendidikan, serta kualitasnya.
3. Lingkungan Hidup : Pengumpulan data mengenai kondisi lingkungan, penggunaan lahan, dan sumber daya alam.
4. Infrastruktur dan Ekonomi : Data tentang infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, dan listrik, serta potensi ekonomi desa.
Setelah penyampaian materi, para peserta diajak untuk melakukan praktik langsung di lapangan. Mereka dilatih untuk menggunakan alat dan metode pendataan yang sesuai standar. Diskusi interaktif juga dilakukan untuk menjawab berbagai pertanyaan dan kendala yang dihadapi oleh peserta dalam proses pendataan.
Ibu Hamami, salah satu peserta dari Desa Wringinanom, menyampaikan kesannya terhadap Bimtek ini. “Bimtek ini sangat bermanfaat. Kami jadi lebih paham bagaimana cara mengumpulkan data yang benar dan bagaimana menggunakan data tersebut untuk membuat program pembangunan yang lebih baik di desa kami,” tuturnya.
Acara Bimtek diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Dalam penutupan, Camat Tongas berharap agar seluruh peserta dapat menerapkan ilmu yang didapatkan untuk kemajuan desa masing-masing.
“Kami berharap para perangkat desa dapat menerapkan apa yang telah dipelajari di Bimtek ini untuk pembangunan desa yang lebih baik dan berkelanjutan. Mari bersama-sama kita wujudkan desa yang sejahtera dan berdaya saing,” pungkas camat Tongas. Rochmad Widiarto.
Dengan Bimtek ini, diharapkan setiap desa di Kecamatan Tongas mampu menghasilkan data yang akurat dan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan yang lebih baik, sesuai dengan prinsip-prinsip SDGs. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk terus mendorong pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.





