SIDOARJO — Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu terus dilanjutkan karena selain bertujuan meningkatkan kualitas gizi generasi muda, program tersebut dinilai dapat memperkuat semangat kebersamaan tanpa membedakan latar belakang ekonomi siswa.
BHS menyampaikan hal tersebut dalam sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Sidoarjo, Senin. Menurutnya, pelaksanaan MBG memiliki keterkaitan dengan nilai persatuan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Dengan MBG, siswa dari kalangan atas maupun bawah mendapatkan makanan yang sama. Harapannya tidak ada perbedaan dan kebersamaan tetap terjaga. Karena itu, MBG harus dilanjutkan,” kata BHS.
Ia mengatakan sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia serta Bhinneka Tunggal Ika juga menjadi sarana menyampaikan kondisi dan berbagai program pemerintah kepada masyarakat.
Menurut BHS, penyampaian informasi secara utuh diperlukan agar masyarakat tidak mudah terpancing hoaks yang beredar di tengah perkembangan teknologi digital.
“Ini salah satu upaya agar masyarakat tidak terpancing hoaks yang selama ini beredar. Melalui sosialisasi empat pilar, kami menyampaikan kondisi dan program pemerintah yang sudah diberikan untuk masyarakat,” ujarnya.
BHS menilai pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan perlu terus diperkuat agar masyarakat mampu menyikapi perkembangan informasi secara bijak dan tetap menjaga persatuan.
Dosen FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) Darsono mengatakan derasnya arus informasi digital telah memunculkan disrupsi sosial politik yang luar biasa.
“Di era digital sekarang terjadi disrupsi sosial politik yang luar biasa. Karena itu, saya sangat apresiatif terhadap sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dilakukan secara intensif,” katanya.
Menurut Darsono, sosialisasi Empat Pilar MPR RI menjadi langkah penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia berharap peserta sosialisasi dapat meneruskan pemahaman yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan masyarakat sehingga nilai-nilai kebangsaan tidak berhenti di ruang sosialisasi.

