BHS Dorong Sekolah Rakyat Kediri Cetak Generasi Muda Berdaya Saing

Kamis, 10 Sep 2026 07:34 WIB
BHS Dorong Sekolah Rakyat Kediri Cetak Generasi Muda Berdaya Saing
Anggota DPR-RI Bambang Haryo saat berkunjung ke Museum Surabaya/Foto : Istimewa

Jakarta – Anggota DPR-RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menilai kehadiran Sekolah Rakyat di Kediri menunjukkan upaya pemerintah memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak yang menghadapi keterbatasan ekonomi.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program Presiden Prabowo Subianto yang dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia. Secara keseluruhan, program tersebut mencakup 182 sekolah dengan kapasitas masing-masing mencapai 1.000 siswa.

BHS menilai keberadaan sekolah tersebut memiliki arti penting karena pendidikan berkualitas tidak seharusnya hanya dapat diakses oleh keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi memadai.

Bacaan Lainnya

Para siswa Sekolah Rakyat rata-rata berasal dari kelompok desil I, II, dan III. Mereka mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pendidikan dengan berbagai dukungan fasilitas yang disediakan secara gratis.

Kebutuhan dasar pendidikan siswa juga dipenuhi. Mulai dari buku, tas, seragam, sepatu, laptop, hingga alat tulis disiapkan untuk menunjang proses belajar mengajar.

Tidak berhenti pada pendidikan di ruang kelas, Sekolah Rakyat juga menyediakan asrama gratis bagi siswa. Dengan fasilitas tersebut, proses pendidikan dapat berlangsung secara lebih terintegrasi karena siswa mendapatkan lingkungan belajar sekaligus tempat tinggal yang mendukung kegiatan pendidikan.

Fasilitas ruang belajar juga dibuat nyaman dengan dukungan pendingin udara. Sementara itu, sarana olahraga yang memadai disiapkan untuk mendukung aktivitas fisik dan perkembangan siswa.

Menurut BHS, kualitas fasilitas harus berjalan beriringan dengan kualitas tenaga pendidik. Karena itu, keberadaan guru-guru profesional dan berkualitas menjadi salah satu komponen penting dalam pelaksanaan program tersebut.

BHS berharap Sekolah Rakyat mampu memberikan perubahan nyata terhadap masa depan anak-anak yang sebelumnya memiliki keterbatasan dalam mengakses pendidikan.

Program tersebut juga diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi generasi yang mempunyai keterampilan, karakter, rasa percaya diri, serta kemampuan untuk bersaing.

Hal itu menjadi semakin penting ketika Indonesia memasuki era bonus demografi. Jumlah penduduk usia produktif yang besar merupakan peluang strategis bagi Indonesia apabila didukung sumber daya manusia yang berkualitas.

Melalui pemerataan kesempatan pendidikan, BHS berharap generasi muda dari berbagai latar belakang ekonomi dapat ikut mengambil peran dalam pembangunan dan membawa Indonesia menjadi negara yang semakin maju.