Bantuan RKB TK Perwira Desa Slaharwotan Kecamatan Ngimbang Diduga Dimanipulasi

Senin, 3 Jan 2022 16:22 WIB
Bantuan RKB TK Perwira Desa Slaharwotan Kecamatan Ngimbang Diduga Dimanipulasi

Brilian°Lamongan -Dugaan adanya aroma penyelewengan serta manipulasi bantuan pengadaan pembangunan ruang kelas baru dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sebesar 200 juta untuk Sekolah TK Perwira di Desa Slaharwotan, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan kian menjadi sorotan.

Seperti yang sebelumnya pernah diberitakan media Brilian-news.id tentang bantuan pengadaan Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) Taman Kanak-kanak (TK) dari Dinas pendidikan Provinsi Jatim sebesar 200 juta pada Bulan Desember tanggal 20/2121 yang diterima Sekolah TK Perwira tepatnya di Desa Slaharwotan, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, diduga kuat tercium aroma KKN.

Indikasi adanya dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) mulai tercium masyarakat di Desa Slaharwotan, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, patut diplototi aparat penegak hukum, soalnya dari mulai pengajuan bantuan ke Dinas Provinsi Jatim, dimana pengajuan dan yang memegang uang tersebut seharusnya dilakukan sendiri oleh Kepsek TK Perwira Retno, namun kenyataannya dilakukan oleh Kades Tlemang Kecamatan, Ngimbang, Kabupaten Lamongan dimana itu diluar kewenanganya.

Hal yang sama apa yang dikatakan Kades Tlemang Aris, Kades Aris menyampaikan “benar uang bantuan sebesar 200 juta tersebut saya yang pegang dan masih utuh ada di saya untuk soal uang 7 juta yang akan diberikan ke Oknum Pegawai Dinas Pendidikan Pemrov Jatim itu, ia mengatakan tidak tau menahu, itu apa kata Retno saya tidak ikut campur akan hal itu dan saya hanya diberikan kepercayaan oleh Retno,” ujar Aris.

Kepala Sekolah TK Perwira Retno saat dikonfirmasi awak media beberpa hari yang lalu ia menyampaikan, uang tersebut memang dipegang Kepala Desa Tlemang Pak Aris, karena awal mendapatkan bantuan uang tersebut saya dikenalkan pak Selamet ke Aris, katanya Slamet Pak Aris bisa membantu mencarikan dana bantuan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, dan Proposal memang dari saya juga yang menandatangi, setelah proposal semua lengkap syarat-sayaratnya pada bulan Juni tahun 2019 lalu saya serahkan ke Pak Slamet setelah itu Pak Slamet menyerahkan ke Kepala Desa tlemang kecamatan Ngimbang Aris,”ujarnya. (Jumat 31/12/2021).

“Memang uang 200 juta masuk ke rekening sekolah dan bendaharanya itu Ibu Arsih, tetapi setelah masuk ke nomer rekening pada tanggal 20/12/21 dan saya ambil ke Bank Jatim lalu uang tersebut saya berikan ke pak Kades Aris semuanya sebesar 200 juta. Dan saya mintak 7juta buat ngasih pak slamet. Untuk kapan dibelikan materialnya kata pak Aris nanti totalan dulu sebelum adanya pembelian material,” ujar retno. Jumat (31/12/2021)

Sementara itu Camat Ngimbang Bakti saat dikonfimasi awak media melalui aplikasi WhatsApp pada Hari Senin (03/01/22) perihal adanya dugaan penyelewengan serta manipulasi bantuan pengadaan pembangunan ruang kelas baru dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bliaunya menjawab dengan singkat, bahwasanya dirinya belum menjabat pada saat itu.

“Mohon maaf bapak, saya belum menjabat,” singkat Bakti.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *